Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini rencananya akan dilakukan per April 2010, namun Sony tidak mengatakan wilayah mana saja yang akan terkena imbas PHK ini.
"Kami baru mulai me-review masing-masing negara, operasional bisnis, manufaktur dan penjualan, jadi daftar regionalnya masih dalam tahap review," kata salah seorang juru bicara Sony yang dikutip dari Vnunet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah krisis keuangan global, permintaan terhadap produk baru elektronik Sony anjlok. Melalui langkah ini, Sony berharap dapat menghemat lebih dari 100 miliar Yen (US$ 1,08 miliar) pada tahun fiskal mendatang.
"Inisiatif ini merupakan reaksi terhadap perubahan mendadak dan cepat di lingkungan ekonomi global," kata Sony di situsnya.
Selain mem-PHK karyawan tetap, dikutip detikINET dari Marketwatch, Rabu (10/12/2008), Sony juga berencana mengurangi jumlah pekerja musiman dan temporer.
Katsuhiko Mori, manajer pembiayaan di Daiwa SB Investments beragumen, Sony tidak memiliki core bisnis apapun yang dapat menghasilkan profit yang stabil. Karena itu, langkah pengurangan karyawan saja tidak cukup untuk membantu menghemat keuangan perusahaan.
Bulan lalu, dikutip dari BBC News, keuntungan bersih Sony dilaporkan turun 71 persen selama tiga bulan yang berakhir September, dibanding periode yang sama tahun 2007.
Keuntungan Sony pada kuartal tersebut hanya mencapai 20,8 miliar Yen, turun drastis dibanding periode yang sama tahun lalu yakni mencapai 71,8 miliar. Demikian dengan penjualan, turun 0,5 persen menjadi 2,1 triliun Yen.
(dwn/faw)