Perusahaan analis Gartner memprediksi bahwa selama dunia mengalami krisis ekonomi daya beli konsumen untuk ponsel pintar (smartphone) sontak mengalami penurunan.
Akibatnya, penjualan smartphone global pun mengalami pertumbuhan sangat lambat dibanding target awal tahun yang mengusung optimisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini iklim ekonomi memiliki dampak yang negatif terhadap penjualan perangkat genggam high end. Namun kami terus memprediksi penjualan smartphone akan terus tumbuh namun dengan pergerakan yang lambat," ujar Roberta Cozza, kepala analis Gartner, seperti dikutip detikINET dari vnunet, Sabtu (6/12/2008).
Sang pemimpin pasar ponsel -- Nokia -- juga mulai 'gerah' dengan kondisi krisis ini. Hal itu terlihat dari penurunan penjualan yang diderita produsen asal Finlandia ini. Untuk pertama kalinya, Nokia mengalami penurunan penjualan sebesar tiga persen dibanding prediksi tahun lalu.
Lain lagi dengan 'nasib' Apple. Produsen yang terkenal dengan perangkat iPhone itu justru malah kian berkibar di tengah badai krisis ini, dengan penjualan yang melonjak hingga 300 persen.
"Operator seluler boleh saja memberikan harga smartphone yang murah, namun mereka mengikat perangkat tersebut kontrak selama dua tahun untuk layanan data yang malah akan memberikan harga yang masih mahal untuk kebanyakan pengguna," tambah Cozza.
(ash/ash)