Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Symantec Bukukan Pendapatan US$ 1,5 Miliar

Symantec Bukukan Pendapatan US$ 1,5 Miliar


- detikInet

Jakarta - Symantec baru saja mengumumkan hasil pencapaian kuartal kedua tahun fiskal 2009 yang berakhir pada 3 Oktober 2008. Pendapatan berdasarkan GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) Symantec pada kuartal tersebut mencapai US$1,518 miliar.

Sementara dari pendapatan non-GAAP perusahaan sekuriti ini berhasil meraih US$1,523 miliar, naik 6% dari periode yang sama tahun lalu. Pergerakan nilai tukar mata uang asing memiliki dampak positif terhadap pendapatan non-GAAP sebesar sekitar 3,5 percentage point dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya

Marjin operasional GAAP Symantec pada kuartal ini mencapai 14,3 persen. Pendapatan bersih GAAP Symantec pada kuartal kedua tahun fiskal 2009 mencapai US$140 juta dibandingkan US$50 juta pada kuartal yang sama pada tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cash flow dari kegiatan operasional pada kuartal ini mencapai US$248 juta jika dibandingkan dengan sebesar US$331 juta pada kuartal yang sama tahun lalu. Pengurangan ini disebabkan oleh naiknya pembayaran pajak dibandingkan tahun lalu ketika Symantec menerima pengembalian pajak. Hal ini membuat perbedaan cash flow dari kegiatan operasional mencapai lebih dari US$100 juta.

Sementara itu marjin operasional Non-GAAP Symantec pada kuartal kedua mencapai 29,1 persen, naik 390 basis point dari tahun sebelumnya. Pendapatan bersih Non-GAAP Symantec pada kuartal kedua tahun fiskal 2009 mencapai US$311 juta, naik 18% dibandingkan dengan US$263 untuk kuartal yang sama tahun lalu.

Selama kuartal September 2008, Symantec membeli kembali 9,3 juta sahamnya yang setara dengan US$200 juta. Masih tersisa US$600 juta yang dimiliki oleh stock repurchase board authorization.

"Di tengah lingkungan perekonomian yang melambat di seluruh dunia, Symantec terus mendorong pertumbuhan dalam bisnis inti kami dan di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan tinggi yang menjadi kian penting bagi para pelanggan kami," kata John W. Thompson, chairman & chief executive officer Symantec dalam rilisnya. (ash/dwn)







Hide Ads