Hal itu merupakan hasil survei di wilayah Asia Pasifik seiring terungkapnya dampak krisis finansial. Nara sumber survei ini adalah 70 Chief Information Officer dan pengambil keputusan TI senior di berbagai bank terkemuka.
Sebanyak 69 persen responden dalam studi itu mengatakan akan meningkatkan investasi TI mereka. Sedangkan 16 persen mengatakan akan melakukan belanja produk TI dengan nilai tetap. Hanya 15 persen responden yang mengatakan akan menurunkan belanja TI mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, papar Michael, salah satu bidang TI yang akan menarik adalah yang mampu menjamin ketersediaan dan performa teknologi yang sudah dimiliki perbankan. Fokusnya termasuk standardisasi, keamanan dan solusi counter-cyclical.
Perusahaan TI disebut menyambut perubahan fokus dan kondisi krisis ini dengan mengubah struktur kontrak mereka. Selain itu, banyak perusahaan menerapkan sistem pembayaran bertahap jangka panjang.
(wsh/amz)