Dunia bisnis di Indonesia saat ini jelas sudah berkembang jauh dari lima atau sepuluh tahun lalu. Hanya mereka yang dapat memanfaatkan peluang dengan ide-ide besar, kreativitas, dan teknologi yang mampu meraup kesuksesan.
Start-up begitu menjamur, merebut 'spotlight' perusahaan-perusahaan konvensional. Mulai dari start-up yang menyediakan layanan transportasi online, asistensi belanja, layanan berita, e-commerce, hingga streaming video. Sementara perusahaan-perusahaan lain yang sebelumnya tidak memperhatikan pentingnya pemanfaatan teknologi semua hijrah ke ranah online. Indonesia dipenuhi dengan bentuk bisnis yang perlu big data storage dan kecepatan IT.
Inilah mengapa infrastruktur IT menjadi perhatian saat ini. Infrastruktur IT yang kurang mendukung akan menimbulkan sejumlah kerugian. Servers Product Specialist Hewlett Packard Enterprise Indonesia, Benny Yeo mengatakan, infrastruktur IT telah menjadi fondasi bisnis masa kini. Memasuki era digitalisasi infrastruktur IT menjadi tulang punggung yang menentukan seberapa mampu sebuah perusahaan menangkap peluang dan meraih keuntungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab kebutuhan IT yang cepat untuk mendorong daya saing usaha, Hewlett Packard Enterprise pada tahun 2015 memperkenalkan sebuah solusi yaitu composable infrastructure. Infrastruktur IT ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha sesuai dengan momentum yang ingin dimanfaatkan. Untuk mengimplementasikan kebutuhan IT, hanya perlu hitungan detik saja. Hewlett Packard Enterprise Enterprise menjadi perusahaan pertama yang memiliki konsep composable infrastructure ini.
Konsep infrastruktur IT seperti ini dapat memberi benefit bagi pebisnis masa kini. Terutama mereka yang menjunjung efisiensi, cost reduction, namun memiliki aplikasi yang harus terus-menerus di-maintain.
"Konsep ini sebenarnya memang hadir karena kehadiran ideas of economy seperti pemanfaatan cloud native application untuk new line of business. Tapi bisa dipakai di model bisnis tradisional juga. Komponen-komponennya dapat di-install sesuai kebutuhan dan jika sudah tidak diperlukan bisa dikembalikan lagi ke resource pool," lanjut Benny.
Konsep IT ini adalah evolusi dari infrastruktur tradisional yang implementasinya perlu waktu berbulan-bulan. Konsep ini adalah konsep paling mutakhir yang dapat menyuplai kebutuhan IT hanya dalam hitungan detik.
Namun demikian, meski hadir karena munculnya ideas of economy yang menggunakan cloud native application, konsep composable IT infrastructure tidak hanya mendukung model bisnis tersebut. Tapi juga dapat mendukung model bisnis tradisional di mana perusahaan butuh banyak server untuk database customer, email karyawan, web, database karyawan, dan sebagainya.
Selain memperkenalkan composable infrastructure, Hewlett Packard Enterprise juga memperkenalkan lini terbaru produk hardware-nya yang akan mendukung konsep composable infrastructure. Produk tersebut bernama Synergy. Apa yang ditawarkan oleh Synergy?
Hewlett Packard Enterprise mengatakan ada tiga poin yang membuat sebuah infrastruktur IT dapat dikatakan sebagai composable infrastructure. Infrastruktur IT tersebut fluid, sewaktu traffic tinggi, resource misalnya saja dalam rupa storage bisa ditambah sesuai kebutuhan. Jika sudah tidak diperlukan bisa dikembalikan ke pool. Intinya komponen baru yang ditambahkan cepat terdeteksi dan terintegrasi.
Kedua, memiliki fitur software define intelligence. Untuk memenuhi kebutuhan IT hanya perlu satu console management. Terakhir adalah unified API, tidak sulit untuk berkomunikasi dengan aplikasi-aplikasi untuk, container, virtualisasi dan sebagainya. "Synergy sudah dapat mendukung itu semua," ujar Benny lagi.
Synergy memiliki arsitektur yang jauh berbeda dari hardware sebelumnya. Ada beberapa bagian Synergy yang membedakannya dengan hardware lain yaitu composable frame, composable compute module, HPE Composer, HPE Image Streamer, composable fabric, dan composable storage.
Synergy juga dilengkapi dengan 6 power supplydan 6 cooling fan. Sementara untuk memproteksi data secara arsitektur Synergy di desain dengan konsep no single point of failure.
Konsep composable IT infrastructure ini sebenarnya telah dirancang dan dipromosikan oleh HP Enterprise di London pada akhir 2015 lalu. Di Indonesia konsep ini dan hardware-nya yaitu Synergy baru akan mulai diperkenalkan pada akhir Maret 2016. (adv/adv)