Jumat, 20 Nov 2015 14:13 WIB

Jika Jadi Komersial, Berapa Tarif Helikopter Uber?

Yudhianto - detikInet
Helikopter Uber Chopper. (hasan/detikfoto) Helikopter Uber Chopper. (hasan/detikfoto)
Jakarta - PremiAir, penyedia helikopter yang menjadi partner Uber Chopper, tak mau layanannya disamakan dengan layanan transportasi darat Uber yang masih menuai kontra.

PremiAir mengatakan, legalitas usaha dan penerbangan sepenuhnya ada di pihaknya, dan Uber hanya sebatas klien penyewa.

“Beda (dengan layanan transportasi darat Uber-red.), karena legalitas (izin usaha dan penerbangan) ada di kami. Uber merupakan klien yang menyewa dari kami,” ucap Tony D. Hadi, Managing Director PremiAir selaku rekanan Uber Chopper, di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Sementara itu meski Uber sendiri belum punya rencana untuk benar-benar menghadirkan layanan Uber Chopper, Tony mengungkapkan kalau biaya sewa helikopter memang tak murah. Oleh karena itu kalau layanan Uber Chopper benar-benar hadir, kemungkinan pengguna yang disasar adalah kelas menengah ke atas.

Tony lantas mengilustrasikan biaya sewa layanan helikopter PremiAir. Dipaparkannya untuk satu jam penerbangan menggunakan helikopter PremiAir dikenakan biaya sebesar USD 8.000. Lama penerbangan satu jam itu disebutnya bisa mencapai seluruh wilayah Jabodetabek dan Bandung.

“Sedangkan kalau mengacu pada layanan Uber Chopper yang penerbangannya hanya antara Grand Indonesia ke Bandara Halim Perdanakusuma, itu memakan waktu sekitar 10 menit. Bolak-balik berarti 20 menit, kalau dibagi dari USD 8.000 tadi berarti biayanya sekitar USD 2.000-an,” papar Tony.

Pun demikian, kalau layanan Uber Chopper benar-benar jadi, Tony mengatakan PremiAir akan mengkalkulasi lagi formula biaya yang tepat sehingga Uber Chopper benar-benar bisa dirasakan oleh pengguna di segmen menengah hingga atas.

“Jakarta sudah semakin padat, taksi helikopter menurut saya sudah mulai diperlukan,” kata Tony.

Sementara itu terkait legalitas, kalau dibandingkan dengan layanan transportasi darat Uber yang banyak beredar di jalanan, legalitas PremiAir sebagai penyedia jasa penerbangan yang jadi rekanan Uber Chopper tentu tak main-main. Apalagi bisnis aviasi memang punya aturan yang terbilang sangat ketat dalam perizinannya.

Ini sangat berbeda dengan layanan Uber konvensional yang mana sebagian besar armadanya merupakan kepemilikan pribadi. Meski sebagian besar pemilik armada taksi Uber mengakalinya dengan bergabung dalam perusahaan rental mobil yang punya badan usaha, nyatanya itu belum bisa membuatnya mudah diterima oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian sehingga beberapa kali kena razia.

(yud/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed