Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cara Melindungi HP dan Laptop dari Abu Vulkanik

Cara Melindungi HP dan Laptop dari Abu Vulkanik


Rachmatunnisa - detikInet

Ilustrasi membersihkan layar laptop
Foto: Getty Images/AndreyPopov
Jakarta -

Abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengotori permukaan barang. Partikel yang terbawa erupsi gunung api juga dapat mengganggu perangkat elektronik, mulai dari komputer hingga perangkat komunikasi.

Mengutip laman U.S. Geological Survey (USGS), elektronik modern sebenarnya sudah cukup terlindungi dari kontaminan yang terbawa udara. Karena itu, paparan abu dalam waktu singkat umumnya tidak langsung menyebabkan kerusakan.

Namun, fungsi perangkat bisa terganggu jika abu masuk ke bagian-bagian tertentu. Risiko juga meningkat jika perangkat terpapar abu dalam jumlah banyak atau dalam waktu lama. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada laptop, komputer, maupun perangkat elektronik lainnya ketika terkena abu vulkanik?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partikel abu dapat menyumbat lubang ventilasi dan membuat kipas pendingin macet. Akibatnya, suhu kerja perangkat meningkat dan dalam kondisi tertentu dapat memicu sistem mematikan perangkat secara otomatis karena terlalu panas atau overheating shutdown.

Eksperimen yang dirujuk USGS juga menunjukkan laptop yang tertutup abu dapat mengalami shutdown akibat panas berlebih. Menariknya, relatif sedikit abu yang masuk ke bagian internal laptop dalam eksperimen tersebut dan perangkat dapat kembali menyala setelah dibersihkan.

ADVERTISEMENT

Laptop bahkan dinilai USGS lebih tidak rentan dibandingkan komputer desktop. Alasannya, laptop memiliki lebih sedikit bukaan dan kebutuhan pendinginan yang lebih rendah.

Meski begitu, bukan berarti laptop aman sepenuhnya. Abu dapat mengganggu fungsi keyboard, mouse, port USB dan komponen lain sehingga perangkat membutuhkan pembersihan lebih sering. Untuk paparan dalam jangka panjang, dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, abu juga dapat menyebabkan korosi akibat sifat kimianya.

HP dan Elektronik Lain

USGS memang secara khusus membahas komputer dan elektronik, bukan smartphone. Namun, prinsip perlindungannya relevan untuk perangkat elektronik sehari-hari yang memiliki celah, port, ventilasi, atau komponen listrik yang dapat terpapar abu.

Abu yang masuk ke bagian sensitif dapat mengganggu fungsi perangkat. USGS juga memperingatkan bahwa abu yang basah dapat menyebabkan hubungan arus pendek (short circuit) pada kontak listrik yang terbuka. Abu yang sudah terkena air bahkan dapat menjadi penghantar listrik.

Karena itu, perangkat seperti HP, laptop, komputer dan perangkat elektronik lainnya sebaiknya tidak dibiarkan terbuka ketika abu vulkanik sedang turun. USGS menyebut cara paling efektif untuk mengurangi risiko ini adalah mencegah perangkat terpapar abu sejak awal. Perangkat elektronik yang berada di luar ruangan, jika memungkinkan, sebaiknya dipindahkan ke dalam ruangan sebelum hujan abu terjadi.

Cara Melindungi HP dan Laptop

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ketika abu vulkanik berpotensi mencapai suatu wilayah.

1. Tutup perangkat

Perangkat yang tidak digunakan dapat ditutup dengan lembaran plastik untuk mencegah abu masuk. USGS juga menyarankan menyediakan plastik pelindung dan duct tape sebagai bagian dari persiapan menghadapi hujan abu.

Untuk HP yang sedang tidak digunakan, menyimpannya di tempat tertutup lebih aman daripada membiarkannya berada di meja atau luar ruangan saat abu masih berjatuhan.

2. Matikan perangkat sebelum membersihkan

Jika perangkat sudah terkena abu, USGS menyarankan mematikannya sebelum proses pembersihan jika memungkinkan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko hubungan arus pendek.

3. Tunda pembersihan saat abu masih turun

Jangan buru-buru melakukan pembersihan, tunggu sampai hujan abu berhenti, kecuali tindakan segera diperlukan untuk mencegah perangkat penting kehilangan fungsi. Membersihkan terlalu dini berisiko membuat perangkat kembali terpapar abu.

4. Bersihkan dengan hati-hati

USGS menyebut perangkat elektronik dapat dibersihkan secara hati-hati menggunakan udara bertekanan rendah atau sikat lembut. Hindari menggosok permukaan secara berlebihan karena partikel abu dapat menggores permukaan yang sensitif.

5. Jangan biarkan abu masuk ke ventilasi

Pada laptop dan komputer, bagian ventilasi serta kipas menjadi perhatian khusus karena abu yang menumpuk dapat menghambat sistem pendinginan. Jika perangkat masih digunakan saat kondisi berabu, risiko overheating perlu diperhatikan.

Pada dasarnya, abu vulkanik tidak berarti setiap HP atau laptop yang terkena langsung akan rusak. Elektronik modern memiliki perlindungan terhadap kontaminan dan paparan singkat umumnya tidak menyebabkan kerusakan langsung.

Namun, semakin banyak abu yang masuk dan semakin lama perangkat terpapar, semakin besar pula kemungkinan munculnya gangguan. Masalah dapat dimulai dari port atau keyboard yang tidak berfungsi, kipas yang terganggu, perangkat yang terlalu panas, hingga korosi dalam jangka panjang. Karena itu, mencegah abu masuk ke perangkat jauh lebih aman daripada membersihkannya setelah terlanjur terpapar.



(rns/fay)






Hide Ads