Tips Bikin Video Outdoor yang Bisa Curi Perhatian di Medsos

Tips Bikin Video Outdoor yang Bisa Curi Perhatian di Medsos

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 23 Mei 2022 07:20 WIB
Happy asian woman vlogging with gimbal tripod and smartphone - Influencer chinese girl having fun with new trend technology - Millennial generation activity job, youth and tech concept - Focus on face
Tips Bikin Video Outdoor yang Bisa Curi Perhatian di Medsos Foto: Getty Images/iStockphoto/DisobeyArt
Jakarta -

Jalan-jalan ke lokasi wisata alam seperti gunung, pantai, atau air terjun tentu tidak lengkap jika tidak diabadikan dalam bentuk foto atau video. Tapi formatnya tentu harus lain daripada yang lain agar konten terlihat lebih menarik dibandingkan jutaan video lainnya di media sosial.

Kreator Rio Garlio membagikan beberapa tips dan teknik yang bisa digunakan untuk membuat konten video outdoor yang menarik. Mulai dari persiapan, Rio mengatakan ada baiknya siapkan dulu naskah atau storyline videonya agar proses syuting jadi lebih maksimal.

"Yang sering saya lakukan buat dulu script-nya, storyline-nya, itu yang bikin kita ke tujuan atau ke tempat konten nggak buang-buang memori dan sudah tahu mau nge-shoot apa dan sudah tahu bakal ngapain. Jadi semua sudah terkonsep dari rumah," kata Rio dalam workshop Samsung Galaxy A73 5G.

Tapi kalau misalnya belum sempat menyiapkan naskah, Rio menyarankan sebaiknya ambil video sebanyak mungkin di lokasi. Dengan begitu, saat ingin mengedit video sudah ada banyak rekaman yang bisa digunakan.

Saat mengambil video, Rio mengatakan ada banyak teknik yang bisa digunakan agar video terlihat lebih dinamis. Beberapa teknik yang ia rekomendasikan adalah track in/track out, dutch angle, parallax, dan orbit.

Mengambil video di lingkungan outdoor yang medannya terjal tentu berpotensi membuat video terlihat tidak stabil dan bergoyang-goyang. Untuk mengatasinya, Rio menyarankan menggunakan ponsel yang sudah memiliki fitur OIS seperti Samsung Galaxy A73 5G.

Video yang diambil di luar ruangan juga sangat bergantung pada cahaya alami yang kadang tidak konsisten. Rio punya tips penting untuk mengatasi masalah tersebut.

"Kalau aku biasanya ngakalin dengan nekan layarnya untuk ngunci AF-nya, karena cahayanya pun akan kekunci nih," jelas Rio.

"Dan biasanya aku kalo bikin konten nggak belang-belang, maksudnya indoor outdoor itu nggak digabungin. Jadi kalau bikin konten tips foto deh, kalau outdoor ya udah di outdoor saja dari mulai opening sampai closing di outdoor biar cahayanya nggak tiba-tiba ada yang indoor itu kan pasti beda banget," sambungnya.

Setelah selesai jalan-jalan, puas mengambil banyak video, tentu saatnya mengedit video sebelum diunggah ke media sosial. Rio merekomendasikan beberapa aplikasi edit video untuk ponsel yang mudah digunakan seperti VN, Capcut, dan Kinemaster.

Saat mengedit video, jangan lupa tambahkan transisi agar alur video terlihat lebih dinamis. Selain itu tambahkan juga backsound menggunakan lagu yang sedang populer di media sosial saat itu. Tapi Rio tetap menekankan agar jangan mengedit video terlalu berlebihan dengan banyak efek dan transisi yang tidak sesuai dengan isinya.

"Kalau menurut saya untuk konten yang lebih diterima sama masyarakat yang simpel saja tapi pesannya nyampe ke orang. Dan jangan malah editing-nya berlebihan tapi pesannya nggak nyampe," pungkasnya.



Simak Video "Samsung Produksi Chip 3 Nanometer Pertama di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)