18 Tips Belanja Online Aman dan Cerdas Selama Pandemi Corona

18 Tips Belanja Online Aman dan Cerdas Selama Pandemi Corona

Niken Widya Yunita - detikInet
Selasa, 05 Mei 2020 13:41 WIB
Belanja online
18 Tips Belanja Online Aman dan Cerdas Selama Pandemi Corona (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Tren belanja online semakin meningkat selama masa pandemi virus corona. Perilaku ini salah satunya merupakan efek dari kebijakan Pemerintah yang membatasi pergerakan masyarakat dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dr Megawati Simanjuntak, SP, MSi, Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB, dalam situs IPB menyatakan, konsumen harus memiliki strategi agar tidak mengalami kekecewaan karena membeli barang yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Apalagi saat ini diduga ada kebocoran pengguna akun Tokopedia.

Berikut tips belanja online aman dan cerdas dari Dr Megawati:

1. Beli Sesuai Kebutuhan

Sebelum membeli secara online, kita harus tahu apa kebutuhan kita. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Putuskan apakah Anda benar-benar membutuhkan barang yang akan dibeli.

Jika mengikuti keinginan, akan banyak barang yang akan dibeli, padahal anggaran belum tentu memadai. Jangan terlalu sering membuka situs belanja online agar tidak tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.

2. Lakukan Survei Antar Seller

Lakukan survei perbandingan antar seller untuk mendapatkan harga terbaik. Cek harga total. Harga total mencakup harga barang, ongkos bungkus, dan ongkos kirim.

3. Pahami Hak dan Kewajiban Konsumen

Pahami hak dan kewajiban anda sebagai konsumen. Ketidakpahaman kita sebagai konsumen terhadap hak dan kewajiban menyebabkan masih sangat rendahnya keberanian kita untuk melapor apabila dirugikan pelaku usaha.

4. Pastikan Gadget yang Digunakan Sudah Aman

Pastikan gadget yang digunakan sudah aman. Banyak kejahatan yang terjadi di dunia maya tempat transaksi online terjadi. Pasang antivirus, anti-spyware, atau firewall agar gadget terlindung dari cyber crime yang bisa sangat merugikan.

5. Pilih Situs Belanja Online Terpercaya

Saat membeli online, pilih situs belanja online yang terpercaya. Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya.

Cek keamanan situs web dengan mencari info-info web mana saja yang aman dan mana yang tidak aman. Jangan langsung tertarik dengan online shop yang memiliki banyak pengikut tapi jumlahnya tidak sebanding dengan testimoni.

Pastikan testimoni yang disediakan adalah testimoni mereka sendiri bukan testimoni toko lain. Karena ada beberapa e-commerce dan toko online yang membuat testimoni dan review palsu atau hasil rekayasa di media sosial dan forum mereka.

6. Pilih Seller dengan Reputasi Baik

Pilih seller dengan reputasi terbaik. Meski sudah berselancar di situs belanja online terpercaya, ada baiknya memilih seller yang terpercaya.

Saat ini, kebanyakan situs belanja online sudah menggunakan sistem reputasi untuk sellernya, jadi pastikan Anda membeli dari seller yang memiliki reputasi tinggi.

Cermati seller yang sudah terpercaya yang menampilkan foto barangnya dengan jelas dan bukan foto hasil curian untuk mencegah terjadinya penipuan. Lihat juga testimoni atau review dan rating (biasanya dengan logo bintang) dari konsumen. Ciri situs belanja terpercaya adalah direkomendasikan oleh banyak orang dan review konsumen positif.

7. Teliti Membaca Deskripsi Produk

Teliti membaca deskripsi produk. Belanja online tentu membuat konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi fisik barang yang diincar. Baca deskripsi soal kualitas, kuantitas, bahan, warna, ukuran dan lain-lain. Jika tidak teliti membaca, nantinya bisa jadi akan kecewa karena salah beli barang yang palsu.

8. Perhatikan Syarat dan Ketentuan yang Berlaku

Perhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Masing-masing situs belanja online memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanannya.

9. Lihat Kebijakan Situs Belanja Online terhadap Data Pribadi

Jangan sampai ada poin yang menyebutkan bahwa pengelola situs web tersebut boleh memberikan data pribadi konsumen ke pihak lain. Pastikan Anda sudah membaca dan memahaminya sebelum bertransaksi.

Situs-situs tersebut akan memberikan layanannya secara maksimal apabila Anda ikut memahami aturan yang berlaku. Cermati standar, informasi label/petunjuk penggunaan, layanan purna jual, identitas pelaku usaha, kontak layanan pengaduan konsumen, termasuk kebijakan tentang data diri dan lain sebagainya.

10. Baca Kebijakan Pengembalian Barang

Jangan lupa, baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi jika barang yang diterima ternyata cacat.

11. Minta Foto Asli Barang Saat Akan Membeli Barang

Berhati-hati terhadap godaan harga murah, misalnya dari yang harusnya harga normal ratusan ribu rupiah, tiba-tiba menjadi puluhan ribu atau menawarkan harga miring hingga setengah lebih murah dari harga yang normal. Harga yang murah berhubungan dengan kualitas barang.

Ketika membeli produk secara online minta foto aslinya. Jangan hanya mengandalkan foto yang ada di website atau media sosialnya. Seringkali konsumen kecewa karena barang yang diterima tidak sesuai dengan yang ditampilkan oleh seller.


12. Gunakan Rekening Bersama

Gunakan rekening bersama khususnya untuk marketplace. Dengan sistem ini pembayaran tidak akan langsung ke seller, namun ke rekening marketplace.

Tujuannya adalah menghindari penipuan. Jika barang belum sampai ke pembeli sesuai deskripsi, seller tidak akan menerima pembayaran. Seller baru bisa mendapatkan uangnya, ketika pembeli sudah mengkonfirmasi keberhasilan dari transaksi yang dilakukan. Kalau seller nakal, maka uang akan kembali kepada pembeli.

Hati-hati juga dalam memilih dan menggunakan sistem pembayaran (cash on delivery, transfer, kartu kredit, e-money).


13. Hati-hati dengan Social Engineering

Jenis penipuan yang paling banyak saat belanja online adalah rekayasa sosial atau social engineering. Para pelaku mengontak korban dengan mengaku sebagai karyawan situs belanja online, mengajak pembeli transaksi di luar situs atau meminta data rahasia seperti PIN password dan kode OTP.

14. Hindari Membeli Barang dari Luar Negeri

Hindari membeli dari luar negeri akrena selain faktor keamanan, nantinya akan sulit untuk melakukan komplain jika tidak puas terhadap barang yang dibeli. Utamakan membeli produk lokal berstandar nasional.

Dengan membeli produk lokal di era ekonomi digital yang begitu terbuka ini, kita sebagai konsumen setidaknya memberikan beberapa kontribusi positif untuk negara kita sendiri. Membeli produk-produk dalam negeri dapat membantu UMKM.

15. Jangan Simpan Informasi Kartu Kredit di Toko Online

Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain, misalnya untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kita. Jika muncul pertanyaan apakah ingin informasi kartu kredit "diingat" atau disimpan secara otomatis untuk memudahkan pembelian di kemudian hari, pastikan untuk mengklik "tidak". Selain itu, jangan lupa untuk log out dari situs tersebut setelah bertransaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

16. Simpan Bukti Transaksi

Setelah belanja online, jangan lupa menyimpan bukti transaksi, sewaktu-waktu ada komplain atas barang yang dibeli. Jika perlu, simpan juga semua informasi detail terkait transaksi barang yang sudah dibeli, termasuk deskripsi produk dan harga, atau struk ATM bukti transfer ke pembayaran.

Setelah menerima dan menggunakan barang yang dibeli, jangan lupa mengisi kolom komen/review sebagai feedback untuk seller dan acuan untuk konsumen lain.

17. Terima Barang Tanpa Kontak dengan Pengirim

Lakukan protokol menerima belanja online saat barang sampai yakni: (a). terima paket tanpa kontak dengan pengirim paket; (b) buka paket di luar rumah; (c) buang bungkus paket ke tempat sampah yang aman; (d) semprot barang non makanan dengan cairan disinfektan dan (e) segera cuci tangan.

18. Adukan Masalah Transaksi yang Tidak Sesuai

Tips belanja online aman dan cerdas selama pandemi corona lainnya yakni apabila ada masalah dalam transaksi barang dan jasa, konsumen dapat membuat pengaduan langsung ke pelaku usaha. Beberapa seller sudah memiliki bagian khusus yang menangani pengaduan konsumen, sebagaian di antaranya bahkan ada yang sampai memberi garansi time respons dari sebuah pengaduan konsumen.

Pengaduan ke seller penting dilakukan konsumen terlebih dahulu, karena dalam banyak kasus sengketa yang timbul antara konsumen dengan seller berawal dari buruknya komunikasi antara konsumen dan seller, termasuk minimnya pemahaman konsumen tentang produk yang dikonsumsi.

Jika ternyata tidak ditanggapi oleh pelaku usaha, konsumen dapat mengadukan kepada lembaga-lembaga perlindungan konsumen yang ada. Seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat. Konsumen dapat juga dengan mengadu ke Kementerian Perdagangan ke nomor WA 085311111010 dan email: pengaduan.konsumen@kemendag.go.id, website: siswaspk.kemendag.go.id.



Simak Video "Tergiur Diskonan Lazada, Pasutri Ini Jadi Korban Penipuan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)