Senin, 25 Nov 2019 10:55 WIB

Tips Mencegah Penyebaran Hoax di WhatsApp

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash
Jakarta - Kamu kesal tiap hari terima puluhan broadcast hoax dari WhatsApp? Banyak orang lain merasakan hal yang sama. Ini cara mencegahnya.

Tim WhatsApp sudah menyiapkan sejumlah tips untuk para penggunanya, supaya mereka secara mandiri bisa mencegah penyebaran hoax. Dihimpun detikINET, Senin (25/11/2019) berikut sejumlah cara yang bisa kamu coba:

1. Cari tanda yang menunjukkan itu kabar palsu

Periksa pesan, foto, audio dan video yang Anda terima. Semua bisa diedit untuk menyesatkan Anda. Foto atau video rekayasa biasanya sengaja disebar dengan resolusi gambar yang buruk, pecah-pecah atau dipotong-potong untuk menyembunyikan kepalsuan.

2. Hati-hati dengan forward mesagges

Spam, hoax atau pishing biasa beredar di WhatsApp dengan perintah untuk disebar ke banyak orang. Hati-hati jika menerima forward messages dari orang lain yang isinya: mengaku dari WhatsApp, meminta pesan ini di-forward ke banyak orang, ada ancaman tertentu untuk Anda jika tidak mem-forward pesan, atau iming-iming hadiah jika mem-forward pesan. Jika menerima semacam ini, abaikan!

Jika yang mem-forward pesan ini adalah orang yang Anda kenal, segera kasih tahu kalau itu berpotensi bohong.


3. Perhatikan segala bentuk keanehan dalam pesan

Pesan hoax sebenarnya punya banyak kesalahan dan keanehan dalam pesan. Misalnya font yang berbeda bentuk antara judul dan isinya. Kesalahan eja juga bisa menjadi indikasi keanehan.

4. Berita viral seringkali palsu

Ingat, berita viral seringkali palsu. Viralnya karena heboh dan sensasional, serta aneka pesan untuk disebar kepada orang banyak. Ada dua modus berita viral yang palsu:

Pertama ia berasal dari situs media abal-abal, atau menyerupai media padahal adalah blog yang itu bisa dicek di bagian paling bawah situs mereka. Cara kedua, yang disebar hanya screenshot halaman berita yang sudah diedit judul atau fotonya. Isi berita biasanya tidak ada, link berita asli pun tidak disertakan. Ini biasanya palsu. Kalau bentuknya video, ia kadang hanya stok gambar lama yang ditimpa audio baru (voice over)


5. Selalu verifikasi pesan dengan sumber yang terpercaya

Anda harus bandingkan broadcast message dengan berita yang ada di media mainstream yang terpercaya, seperti detikcom dan lain-lain. Jika tidak ada di media mainstream, bisa jadi itu kabar bohong.

Kalau pesan itu menyebutkan, supaya Anda jangan percaya dengan media mainstream, justru itulah ciri-ciri broadcast hoax.

Ayo kita saling bahu-membahu mencegah penyebaran hoax di WhatsApp, dimulai dari diri sendiri.

Simak Video "WhatsApp Latih Pelaku UMKM Teknik Fotografi Pemasaran"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)