"RUPS Luar Biasa mengenai perubahan susunan direksi dan komisaris akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama ISAT, Johny Swandi Sjam, usai RUPSLB di gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (14/7/2008).
Agenda perubahan susunan direksi dan komisaris tersebut terkait masuknya Qatar Telecom (Qtel) ke induk usaha Indosat. Qtel mengambilalih 100% saham Indonesia Communications Limited (ICL) yang menguasai 40,8% saham Indosat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya Johny enggan membeberkan jadwal RUPSLB yang akan diadakan perseroan. Namun menurut kabar yang beredar di bursa, RUPSLB akan dilakukan pada Agustus mendatang.
"Ya tentunya kami harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa mengadakan RUPSLB. Tapi yang pasti secepatnya," elak Johny.
Johny juga enggan berkomentar soal kabar masuknya dua perusahaan pesaing Qtel dalam rencana tender offer nanti.
"Kami kurang tahu mengenai hal itu. Karena perubahan pemegang saham pengendali terjadi di tingkat induk perseroan. Jadi kabar-kabar terbaru tentang tender offer kami juga belum tahu," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah mengakui kebenaran kabar tersebut. Namun ia juga menyatakan tidak tahu menahu perusahaan apa saja yang hendak masuk dalam tender offer Indosat. Sementara kabar yang santer dua perusahaan tersebut adalah dari grup Bakrie dan Altimo.
Mau curhat seputar layanan telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja di detikINET Forum.
(dro/ash)