"Kami memang amat agresif. Baru setengah tahun, kami sudah mendirikan 1900 BTS," klaim Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peluncuran layanan Axis di Yogyakarta, Kamis (26/6/2008).
Pendapat ini diamini oleh Edward Anwar selaku Head of Sales Distribution Axis. "Perkembangan kami amat pesat dari awal tahun sampai sekarang," klaimnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operator Lain Tidak Baik?
Selain agresivitas, transparansi tarif juga jadi andalan Axis untuk merebut hati konsumen. Menurut Erik Aas, semua tarif yang diberlakukan Axis tidak disertai syarat dan kondisi tertentu.
Disinggung mengenai slogan Axis, yakni 'GSM yang baik' muncul pertanyaan cukup menarik. Apakah dengan demikian operator selain Axis tidak baik?
"Tentu tidak demikian. Pada dasarnya slogan itu adalah komitmen kami untuk menyajikan tarif yang transparan dan mudah dimengerti pelanggan," demikian jawaban diplomatis dari Johan Busse, Chief Marketing Officer Axis pada kesempatan yang sama.
Promosi Axis sebagai 'GSM yang baik' ini antara lain dengan memberlakukan tarif Rp 1 per panggilan untuk sesama Axis sampai Agustus 2008. Namun untuk panggilan antar operator, konsumen dikenai biaya Rp 600 per menit.
Ingin tahu info seru soal operator telekomunikasi? Yuk, gabung di detikINET Forum! (fyk/wsh)