Mantan petinggi Komisi Telekomunikasi Nasional, Joseph Santiago mengemukakan, banyaknya pengiriman SMS sebagai akibat penggratisan biaya akan membuat sistem rusak.
"Kami harap penggratisan SMS itu mungkin, namun secara realistis hal itu tidak akan bisa." paparnya seperti dikutip detikINET dari Inquirer, Selasa (27/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Santiago yang juga pemimpin Komite Informasi dan Teknologi menjelaskan, SMS gratis akan membuat pesan sampah makin menggunung. Pasalnya, perusahaan dan para politikus akan berlomba mengiklankan diri via SMS gratis.
Adapun Roilo Golez, Senior Deputy Minority Leader Filipina menyatakan, ia memang setuju dengan pendapat untuk menggratiskan SMS. Namun dampaknya tak boleh dipandang remeh khususnya soal tumbangnya layanan telekomunikasi.
Ide penghapusan biaya SMS tersebut dikemukakan oleh Departemen Transportasi dan Komunikasi Filipina dan didukung oleh kepresidenan. Dan memang mereka sudah mengakui, ide penggratisan SMS ini kontroversial pun sulit dilakukan.
Bagaimana pendapat Anda soal layanan telekomunikasi? Diskusikan di detikINET Forum! (fyk/fyk)