"Kami sedang mempelajarinya. Operator seharusnya hanya mengenakan biaya pada panggilan suara. SMS tidak termasuk layanan dasar dan harus digratiskan," tutur Leandro Mendoza, pejabat di Departemen Transportasi dan Komunikasi Filipina.
Sebagai langkah awal, departemen tersebut berencana mendaftarkan permohonan pada regulator, Komisi Telekomunikasi Nasional, untuk menggratiskan SMS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Komisi Telekomunikasi Nasional Filipina sudah menyatakan bahwa SMS hanyalah semacam layanan tambahan. Lembaga konsumen TXT Power juga mengklaim bahwa di berbagai negara, layanan SMS digratiskan.
Menanggapi tuntutan itu, berbagai perusahaan telekomunikasi Filipina menolak ketika dimintai komentar. Mereka menyatakan baru akan berbicara bila sudah ada tindakan resmi dari pemerintah.
Menurut studi Acision, 50 juta pelanggan ponsel di Filipina mengirimkan sampai 1,39 juta SMS per hari. Ini berarti individu Filipina termasuk pengirim SMS terbanyak di dunia. Demikian seperti dikutip detikINET dari Philstar, Sabtu (24/5/2008).
Bagaimana pendapat Anda soal operator telekomunikasi? Diskusikan di detikINET Forum! (fyk/amz)