Ia sangat menyayangkan, upaya mulia untuk menghadirkan sarana telekomunikasi di 43 ribu desa terpencil jadi terhambat karena motivasi uang semata oleh pihak yang menghambat tender.
"Masalah tender USO ini jadi nightmare buat saya. Seharusnya kita sudah bisa menggelar layanan di desa-desa tersebut," keluhnya, ketika ditemui di sela acara ICT Expo 2008 di Kemayoran, Jakarta, yang berlangsung dari 21 - 24 Mei 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ACeS mengajukan gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena merasa dirugikan atas pembatalan tender USO sebelumnya. Operator telepon satelit itu merasa sudah di atas angin dan sangat optimistis menang, sebelum akhirnya tender dibatalkan.
Alhasil, ACeS pun menuntut kompensasi pembatalan sebesar Rp 1,1 triliun. Tak terima, Postel pun membela BTIP dengan membalas tuntutan tersebut dengan permintaan yang sama karena ACeS dinilai menghambat penyediaan telepon di pedesaan.
Rencananya, hasil sidang atas tuntutan keduanya tersebut dibacakan PTUN pada Kamis, 22 Mei 2008. "Harusnya kita menang besok," Basuki optimistis.
Mau curhat atau punya uneg-uneg soal operator telekomunikasi di Indonesia. Sampaikan di detikINET Forum.
(rou/ash)