Anggota Komite BRTI Kamilov Sagala menandaskan demikian, mengingat dari 15 MHz frekuensi yang dikantungi, tak sampai 5 MHz yang mampu dioptimalkan penyelenggara seluler Axis tersebut sejak mendapatkan lisensi nasional pada 2003 silam.
"Kalau berbicara untuk kepentingan negara, frekuensi NTS yang nganggur memang sebaiknya disikat saja," ujarnya pada detikINET, Rabu (23/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, pencabutan frekuensi tak bisa dilakukan begitu saja mengingat audit frekuensi belum rampung digelar. Saat ini BRTI masih menunggu laporan lengkap dari seluruh operator penyelenggara seluler 3G, termasuk NTS, hingga akhir April 2008 ini.
"Begitu semua laporan tertulis sudah masuk, audit sudah bisa langsung dilakukan pada bulan Mei. Di situ, yang paling kita kejar ialah penyerapan produk lokal 35% dari anggaran belanja operator dan 1% untuk biaya riset dan pengembangan SDM lokal," pungkas Kamilov.Β (rou/wsh)