"Al Manar pelanggan baru, memakai transporder kita. Dia menyewa saja," ungkap Head of Public Relations Indosat, Adita Irawati, kepada detikcom, Selasa (22/4/2008).
Indosat yang 14 persen sahamnya dikuasai pemerintah itu mengaku setuju menyewakan satelitnya pada Al Manar semata atas pertimbangan bisnis. Indosat tak tahu bahwa Al Manar merupakan stasiun TV propaganda gerilyawan Hizbullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita nggak tahu (kalau Al Manar dicap teroris). Ini sih deal bisnis biasa," tambah Adita lebih lanjut.
Bantahan Telkom
Sementara PT Telkom, yang pada awalnya disebut-sebut sebagai operator satelit yang mentransmisikan TV Al Manar langsung membantah kabar tersebut.
"Telkom tidak mengelola satelit Palapa C2 karena satelit itu dioperasikan Indosat," ungkap VP Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia.
Sebelumnya situs berita yalibnan.com.lb yang berbasis di Libanon menyebut Al Manar ditransmisikan Palapa C2 yang dikelola Telkom. Situs ini menyebut, Al Manar dipancarkan ulang oleh satelit yang dimiliki pemerintah Indonesia.
Eddy juga membantah PT Indonesia Telemedia, anak perusahaan Telkom yang mengoperasikan TelkomVision menyiarkan Al Manar. "TelkomVision juga tidak mempunyai kerjasama dengan TV Al Manar," pungkas Eddy.
Diskusikan pro-kontra Anda atas berita ini hanya di thread khusus pada detikINET Forum!
(aba/ash)