Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hasil Survei:
Mayoritas Responden 'Terjebak' Iklan Seluler
Hasil Survei:

Mayoritas Responden 'Terjebak' Iklan Seluler


- detikInet

Jakarta - Iklan tarif layanan selular seakan terus berusaha memenjara akal sehat konsumen. Hal tersebut setidaknya yang bisa digambarkan dalam hasil survei online tentang persepsi konsumen atas iklan yang digelontorkan para operator selular di media massa.

Televisi tetap sebagai media pemasangan iklan yang paling mampu menyedot perhatian responden (60,48%). Meskipun demikian, mayoritas responden merasa iklan para operator cenderung menjebak (53,02%) ataupun membingungkan (29,09%).

Lalu apakah responden tersebut merasa ada kesesuaian antara yang ditawarkan di iklan dengan yang dinikmatinya, baik dari sisi kualitas maupun tarif? Ternyata mayoritas responden (51,87%) menyatakan "Tidak Sesuai".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan "membodohi" juga dipilih oleh 42,37% responden ketika ditanyakan pendapat mereka tentang 'perang iklan' antar operator selular. Pilihan lain yang cukup besar dipilih adalah "berlebihan", yaitu dengan 38,39% responden yang memilihnya.

Lalu menurut responden, seperti apakah pengaruh perang iklan tarif selular dengan kualitas layanan selular yang mereka gunakan? Ternyata 45,62% responden menyatakan "berpengaruh, kualitas menjadi lebih buruk" dan 33,85% responden menyatakan "tidak berpengaruh".

Apa yang paling sering membuat pengguna seluler merasa terganggu? Siapakah pihak yang menurut responden harusnya membantu melindungi kepentingan mereka?

Untuk mendapatkan hasil selengkapnya dan profil singkat para responden, silakan men-download laporan hasilnya di thread "tulalit-tulalit" di sub-forum Curhat Pelanggan detikINET Forum. Silakan sampaikan pula uneg-uneg Anda atas layanan operator seluler di sub-forum tersebut.

Survei online ini terdiri atas 20 pertanyaan, diikuti oleh 4888 responden, dengan rentang waktu antara 13 Maret s/d 30 Maret 2008. Survei ini diselenggarakan atas kerjasama Center for ICT Studies Foundation (ICT Watch) dengan detikINET.
(dbu/dbu)




Hide Ads