Iklan dibuat semenarik mungkin dengan kata-kata yang 'bombastis' yang membuat konsumen percaya dengan janji iklan tersebut. Tak dipungkiri, banyak konsumen yang dibuat terkecoh bahkan terjebak dengan iklan tersebut.
Siapa yang salah? Apa memang konsumen yang kurang teliti memperhatikan informasi selengkap-lengkapnya di iklan tersebut? Atau memang operator yang sengaja 'mempermainkan' ketidaktelitian konsumen?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersaing boleh-boleh saja, namun sudah sejatinya para operator seluler membuat iklan tarif seluler yang informatif dan lengkap yang tidak membuat konsumen terjebak informasi palsu.
Salah seorang blogger, Khalid Mustafa, mencoba membuat perbandingan hitung-hitungan tarif seluler XL dan IM3. Dikutip detikINET dari blognya, Kamis (13/3/2008), Khalid membandingkan tarif XL 0,1/detik dan tarif IM3 0,01/detik. Hasilnya, perbedaan tarif yang digembar-gemborkan antara 0,1 dan 0,01 ternyata tidak terlalu signifikan dalam menekan biaya percakapan.
Khalid juga membandingkan tarif IM3 0,01/detik dengan tarif IM3 0,00000000001/detik. Kesimpulannya ternyata sama saja dengan program tarif 0,01/detik. Lalu, ia juga membandingkan tarif IM3 0,00000000001/detik dengan tarif XL 0,00000β¦1/detik. Hasilnya, XL cukup "telak" mengungguli IM3 dalam panggilan biaya ke lain operator khususnya untuk panggilan yang dilakukan di atas 4 menit. Namun, dibawah durasi tersebut, IM3 masih unggul.
Apa iklan tarif masih bisa dipercaya? Bagaimana pendapat Anda dengan iklan dengan bahasa yang sangat bombastis yang digembar-gemborkan operator? Ataukah Anda memang merasa terjebak dengan iklan tersebut? Sampaikan pendapat Anda melalui e-mail redaksi[at]detikinet.com sekarang juga.
(dwn/dwn)