Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Registrasi Prabayar Gagal, Penomoran Jadi Berbayar

Registrasi Prabayar Gagal, Penomoran Jadi Berbayar


- detikInet

Jakarta - Program registrasi kartu prabayar dianggap telah gagal karena belum mampu menekan tingkat churn rate atau perpindahan pelanggan telekomunikasi secara keseluruhan di bawah angka 20%.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai kegagalan ini merupakan tanggung jawab seluruh pihak terkait seperti pemerintah, regulator, serta para operator telekomunikasi.

"Ini otokritik buat semua karena kurang serius menggarap registrasi prabayar," sesal Anggota BRTI Kamilov Sagala kepada detikINET, Rabu (6/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyesalan gagalnya registrasi sangat beralasan. Sebab, sumber daya penomoran telepon yang sangat terbatas, menurut Kamilov, kerap dihambur-hamburkan operator untuk mengejar target pelanggan semata, khususnya prabayar.

Regulator pun akhirnya berencana menarik blok penomoran yang tidak optimal penggunaannya -- khususnya yang telah dikantungi operator dominan (incumbent), baru kemudian dijual kembali dengan harga tertentu.

"Ini supaya mereka (operator) tidak seenak perutnya saja menghambur-hamburkan nomor prabayar," ketus Kamilov. "Kalau mereka main-main dengan numbering, artinya mereka main-main dengan uang yang mereka keluarkan," tandasnya.

Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Merza Fachys, memperkirakan dari 91 juta lebih nomor seluler yang beredar dan sebelas juta nomor telepon FWA, layanan prabayar mendominasi dengan komposisi di atas 95%.

(rou/dwn)







Hide Ads
LIVE