Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
Uber Gembong Teroris, Jutaan SMS, MMS dan e-Mail Dikerahkan
Laporan dari Singapura

Uber Gembong Teroris, Jutaan SMS, MMS dan e-Mail Dikerahkan


- detikInet

Singapura - Operator selular dan penyelenggara akses Internet Singapura dilibatkan untuk membantu memburu gembong teroris pemimpin Jemaah Islamiah, Mas Selamat bin Kastari. Jutaan SMS, MMS dan e-Mail dikerahkan!

Adalah Starhub, SingTel dan M-1 sampai harus mengirimkan 5,5 juta pesan peringatan kepada pelanggannya. Prosesnya sendiri akan selesai dalam 1 hari ke depan, terhitung sejak kemaren, karena proses antrian di servernya.

Pelanggan selular di Singapura sendiri sebagian besar sudah menggunakan ponsel yang dapat menerima Multimedia Messaging Service (MMS). Maka kemudian disebarlah foto teroris tersebut dengan informasi pendukungnya ke seluruh pelanggan selular di negara jiran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya (pesan peringatan) itu saja, bahkan kini semua sopir taksi diminta waspada kalau-kalau Mas Selamat menumpang taksi yang sedang beroperasi, ujar salah seorang sopir taksi kepada penulis, Senin dini hari, (3/3/2008).

Kebetulan, penulis saat ini tengah berada di Singapura dalam rangka workshop penelitian Digital Review Asia Pasific 2008, atas nama ICT Watch.


SMS

Kaburnya Mas Selamat dari penjara Singapura pada 27 Februari 2008 silam, masih diselimuti misteri dan tanda-tanya. "Bisa jadi ada orang dalam (oknum petugas - red.) yang membantunya (Mas Kastari) untuk kabur," ujar sopir taksi tersebut setengah bergosip.

Sebagaimana pengguna ponsel yang lain, sopir taksi yang tak ingin ditulis namanya tersebut, juga mengaku menerima pesan peringatan dari operator selular.

Menurut The Sunday Times, mereka yang tidak bisa menerima pesan MMS, akan tetap menerima pesan singkat (SMS) yang isinya meminta penerima pesan tersebut untuk login ke situs operator selular yang dilanggannya. Untuk apa? Tak lain adalah untuk melihat foto dari teroris yang pernah berencana menabrakkan pesawat ke bandar udara internasional Changi tersebut.


Bunglon

Menurut pantauan penulis, sejumlah media lokal menampilkan berita dan wajah Mas Selamat bak tokoh lantaran tertayang mencolok di halaman depan. Bahkan poster peringatan polisi, telah tersebar di penjuru kota, dari daerah perbelanjaan hingga stasiun kereta.

Peringatan juga dikirimkan secara digital melalui e-mail, khususnya kepada seluruh pelanggan Internet yang menggunakan penyedia jasa Internet SingNet.

Meskipun demikian, media cetak lokal The New Paper sempat menulis "He's everywhere but nowhere" dengan mencolok di halaman depannya, untuk menggambarkan licinnya Mas Selamat.

Sebabnya teroris yang satu ini diindikasikan dapat mengubah-ubah penampilannya bak bunglon. Menurut sebuah hasil polling, masyarakat memang telah mendapatkan peringatan, tetapi mereka (masyarakat) tidak yakin akan dapat mengenali Mas Selamat meskipun telah melihat dengan mata kepala sendiri.

"Anda dari Filipina?," tanya sopir taksi yang penulis tumpangi. Pun, pertanyaan yang sama juga disampaikan oleh resepsionis hotel tempat menginap di kawasan Pulau Sentosa, pelayan restoran di kawasan Mustafa Center hingga seorang warga negara Pakistan yang tengah berbasa-basi sambil menunggu taksi.

"Bukan, saya dari Indonesia," jawab penulis. Entah mengapa, menyebut "asal dari Indonesia" di Singapura saat ini seakan menjadi "berbeda". Mungkin karena gembong teroris yang tengah diuber-uber oleh orang satu negara tersebut notabene adalah kelahiran Indonesia, tepatnya di Kediri pada 47 tahun silam. Mungkin...


Keterangan Foto: Rekaan Tampilan Terkini Mas Selamat di Media Lokal (dbu/inet) (dbu/rou)




Hide Ads