VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan bentuk kompensasinya karena sebelumnya lebih berkonsentrasi untuk memperbaiki jaringan.
Manajemen Telkom, kata Eddy, tidak bisa sembarangan memberi kompensasi karena harus mengevaluasi terlebih dulu secara komprehensif berdasarkan pertimbangan kerugian yang diderita konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kajian untuk kompensasi akan ditilik berdasarkan titik kerusakan dan berapa lama koneksi Speedy mengalami gangguan, serta estimasi nilai kerugian yang diderita pelanggan.
Sambut Baik
Sementara, Chairman Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana berpendapat, Telkom sebaiknya memberikan kompensasi berupa penambahan kuota bandwidth.
"Dengan upaya pemberian kompensasi seperti penambahan kuota bandwidth, setidaknya bisa membuat nama Telkom tetap harum dan tidak kehilangan muka," ujarnya di sela Dies Natalis ITB ke-49, Bandung, Minggu (2/3/2008).
Eddy Kurnia pun menyambut baik masukan yang disampaikan Dimitri. "Kami tetap harus mengecek berdasarkan aturan-aturan regulasi yang mengatur konsumen. Namun, saya rasa itu masukan yang baik. Besok akan saya sampaikan dalam rapat manajemen."Β (rou/rou)