Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Speedy Tumbang
Pekerja TI Lokal Disalip Vietnam
Speedy Tumbang

Pekerja TI Lokal Disalip Vietnam


- detikInet

Jakarta - Putusnya sambungan internasional Telkom berdampak besar bagi pekerja Teknologi Informasi di Indonesia. Gara-gara putus, mereka pun bisa kalah oleh Vietnam dan India.

Hal itu yang dikeluhkan oleh pembaca detikINET, bernama Marlon Keintjem. Internet Web-Content Developer itu merupakan karyawan jarak jauh dari perusahaan yang berkantor di luar negeri. Sehari-hari Marlon mengaku menggunakan koneksi Telkom Speedy.

Matinya koneksi Speedy membuat Marlon dan rekan-rekannya sesama karyawan jarak jauh berpotensi kehilangan pekerjaan. "Walaupun memang saya mempunyai koneksi cadangan dari ISP lain berbasis CDMA ataupun GPRS/3G, tapi Speedy sebagai ISP pilihan awal bagi saya dan teman teman yang tersebar remotely di Indonesia, problem ini bisa menjadi dasar kehilangan pekerjaan kami," ujarnya dalam e-mail yang diterima, Jumat (29/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas pekerjaan mereka pun bisa tercoreng akibat hal ini dan perusahaan di luar negeri dikhawatirkan akan beralih ke negara lain. "Karena client akan cenderung mempekerjakan tenaga-tenaga TI yang sudah menjadi saingan yang berasal dari Vietnam, Papua Nugini dan India," keluhnya.

Keluhan juga disampaikan pengelola warnet 'Online Warnet' di wilayah Cibadak, Sukabumi. Menurut sang pengelola, yang tidak menyebutkan namanya, koneksi di warnetnya diketahui bermasalah sejak pukul 06.30 WIB.

"Biasa sarapan pagi saya selalu mencoba membuka situs detik.com karena ingin mendapat berita terbaru saat ini dan bisa. Namun sambil itu, saya mencoba membuka situs lain (mungkin servernya di luar negeri) kok "problem loading page", terus coba lagi google, yahoo, friendster error semua," ia bercerita.

Menurut sang pengelola 'Online Warnet' koneksi di warnet itu masih bermasalah hingga pukul 13.38 WIB. "Belum tahu gangguan ini sampai kapan, karena Costumer Service 147 masih belum ada kepastian," ujarnya.
(wsh/wsh)




Hide Ads