Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Turunkan Tarif, XL Genjot Panggilan Lintas Operator

Turunkan Tarif, XL Genjot Panggilan Lintas Operator


- detikInet

Mataram - PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) menurunkan besaran tarif ritel selulernya di 2008 ini menjadi sekitar Rp 400 per menit secara rata-rata dari Rp 540 per menit di tahun sebelumnya.

Presdir XL Hasnul Suhaimi menegaskan, penurunan tersebut berlaku untuk semua jenis produk (prabayar maupun pascabayar) serta untuk panggilan ke sesama pengguna XL (on-net) maupun lintas operator (off-net).

"Tarif kami memang terus turun dari tahun ke tahun sesuai tren yang terjadi di industri telekomunikasi. Tahun lalu saja, kami telah menurunkan tarif hingga 39 persen," ujarnya di sela Media Gathering XL 2008 di Hotel Sheraton Senggigi, Mataram, yang berakhir Minggu (24/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pemasaran XL Nicanor V. Santiago III, menambahkan, meski layanan pascabayar juga mengalami penurunan tarif, namun jumlahnya tidak signifikan. "Kami lebih memprioritaskan penurunan tarif layanan data ketimbang tarif bicara bagi pelanggan pascabayar," jelasnya.

Hasnul sendiri memaparkan, penurunan tarif memang tengah menjadi tren di negara-negara lain. Di Thailand, misalnya, tarif telah turun dari 7 sen per menit di 2003 menjadi 2 sen di 2006. Dalam waktu yang sama, Taiwan juga menurunkan tarifnya menjadi 10 sen dari 12 sen per menit. Demikian pula dengan tarif di Singapura yang turun dari 11 sen menjadi 8 sen per menit.

"Berdasarkan hasil riset ITU (lembaga telekomunikasi dunia, red) Indonesia merupakan negara ke 26 yang menawarkan tarif termurah dari 195 negara," pungkasnya.

XL sendiri, papar Hasnul, telah menurunkan tarifnya secara signifikan sejak empat tahun lalu. Dari Rp 1.560 per menit di 2004, turun menjadi Rp 1.160 per menit di tahun berikutnya. Kemudian menjadi Rp 880 per menit di 2006 sebelum akhirnya turun menjadi Rp 540 per menit di 2007 dan Rp 400 per menit di 2008 ini.

Hasnul optimistis besaran tarif yang mulai diberlakukan tahun ini tak akan menggerus jumlah pendapatan. "Asalkan minute of usage (waktu pemakaian, red) juga naik. Kalau tidak, kami bisa rugi," tandasnya. XL sendiri mencatat jumlah waktu pemakaian yang digunakan 15,5 juta pelanggannya di sepanjang 2007 mencapai 6,8 miliar menit.

Berharap Off-net Naik

Dengan penurunan tarif XL dari tahun ke tahun, khususnya untuk tarif on-net, Direktur Pemasaran XL Nicanor V. Santiago III, mengaku tak heran jika kebiasaan dalam melakukan panggilan (calling pattern) didominasi oleh percakapan antar pelanggannya sendiri.

Panggilan on-net di 2006 memberikan kontribusi pendapatan sekitar 55 persen. Sedangkan percakapan off-net dan ke PSTN, masing-masing memiliki kontribusi 30 persen dan 15 persen. Sedangkan di 2007, kata Nicanor, percakapan on-net semakin meningkat menjadi 78 persen.

"Hal ini secara otomatis menurunkan persentase panggilan lainnya. Di mana panggilan ke nomor operator seluler lain menjadi 16 persen dan percakapan ke telepon tetap PSTN menjadi tinggal enam persen," ujarnya.

Seiring mulai turunnya tarif interkoneksi seluler hingga 40% pada awal April mendatang, XL pun berharap terjadi peningkatan panggilan lintas operator. "Harusnya off-net juga ikut naik. Sehingga pendapatan kami dari sektor itu persentasenya ikut meningkat mendekati panggilan on-net," Hasnul menambahkan.


Presdir XL Hasnul Suhaimi beserta Direktur Pemasaran XL Nicanor V. Santiago III dan Direktur Komersial XL Joy Wahyudi di tengah acara Media Gathering XL 2008 di Lombok. (rou/ash)




Hide Ads