Hal itu dikemukakan Dirjen Aplikasi dan Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika, Cahyana Ahmadjayadi di sela-sela sharing session mobile data services di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (20/2/2008). "Rata-rata pertumbuhan sektor telekomunikasi, itu empat kali lipat dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan pertumbuhan ekonomi kita yang 6,5 persen per tahun, artinya sektor telekomunikasi itu di atas 20 persen," ujarnya.
Konten dianggap penting oleh Cahyana karena, setelah tersedianya infrastruktur telekomunikasi, konten yang akan memegang peranan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari situ, Kiskenda menganggap potensi bisnis konten sangat besar. "Konten penting, karena misalnya orang punya TV yang diomongin bukan 'kamu pakai tv apa', tapi 'acaranya apa'," Kiskenda membuat perumpamaan.
Kiskenda mengatakan, ada lima lini bisnis Telkomsel, yaitu Network Provider, Access Provider, Service Provider, Application Provider dan Content Provider. Oleh karena itu Telkomsel, ujar Kiskenda, sangat berharap pada penyedia konten lokal untuk mengembangkan konten yang inovatif.
Apalagi, lanjut Kiskenda, dengan adanya teknologi telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) yang berarti semakin bagusnya jaringan. Ia memperkirakan saat ini ada sekitar 4-5 juta handset 3G yang beredar di Indonesia. Sedangkan Telkomsel mencatat ada 3 juta pelanggan yang mendaftar 3G, dengan jumlah yang aktif 800 ribu.
(wsh/wsh)