VP Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengungkapkan, induk dan anak perusahaan tersebut sebelumnya telah sepakat untuk melaksanakan sinergi pada 3.785 menara BTS yang dimiliki.
"Namun mempertimbangkan kondisi obyektif di lapangan, pencapaiannya mungkin tidak sebesar itu. Setidaknya akan ada tiga ribu menara Telkomsel yang dimanfaatkan secara bersama oleh BTS Flexi," ujarnya melalui rilis yang diterima detikINET, Senin (11/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkuat Posisi
Langkah sinergi yang ditempuh kelompok usaha Telkom itu, selain untuk memperkuat posisi bisnisnya di tengah persaingan antaroperator yang semakin ketat, juga untuk memperluas jangkauan layanan yang lebih merata hingga ke daerah-daerah.
Dilihat dari berbagai segi, menurut Eddy Kurnia, sinergi menara BTS antara Telkom dan Telkomsel sangat menguntungkan. Setidaknya ada empat alasan.
Pertama, sinergi BTS bisa menghasilkan tingkat efisiensi investasi yang tinggi. Daripada membangun menara baru yang mahal, yang pemanfaatan kapasitasnya belum tentu penuh, lebih baik memanfaatkan kapasitas menara BTS Telkomsel yang masih tersedia.
Kedua, selain memangkas biaya investasi, biaya yang keluar dari pihak Telkom kepada Telkomsel dalam kaitan sharing BTS akan tetap berputar dalam lingkungan Telkom Group sendiri. "Ini seperti memindahkan uang dari kantong kiri ke kantong kanan saja," Eddy mengibaratkan.
Ketiga, sinergi BTS Telkom-Telkomsel akan mempercepat penggelaran (deployment) jaringan karena apa yang harus dilakukan Telkom hanya memasang BTS Flexi pada menara yang sudah jadi. "Proses site acquisition (akuisisi lahan, red) yang seringkali rumit dan memakan waktu, praktis tidak diperlukan lagi," jelasnya.
Keempat, jangkauan menara Telkomsel yang luas sangat membantu perluasan jangkauan Flexi ke berbagai wilayah di Indonesia. Pada posisi 2007 Telkomsel memiliki tak kurang dari 20.884 BTS yang melayani sekitar 48 juta pelanggan selulernya. Flexi di sisi lain memiliki 1.900 BTS yang melayani sekitar 6,4 juta pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Sinergi Telkomsel dan Telkom Flexi yang memimpin pasar di segmen masing-masing, menurut Eddy, akan semakin memperkuat posisi bisnis grup Telkom dalam percaturan bisnis telekomunikasi di Indonesia.
"Kami menepis anggapan bahwa produk seluler Telkomsel dengan Flexi tidak mungkin disinergikan dari sisi pemanfaatan inftrastruktur, karena keduanya memiliki segmen yang berbeda," tandas Eddy.
(rou/rou)