Kesimpulan tersebut dinyatakan para pakar di pusat kesehatan Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Mereka memaparkan, produksi sperma pada pria terpengaruh oleh frekuensi pemakaian ponsel. Semakin lama pria memakai ponsel, semakin besar kemungkinan produksi sperma mengalami gangguan.
Studi ini dipublikasikan di jurnal 'Fertility and Sterility'. Para peneliti melibatkan sampel sebanyak 361 pria dalam kurun waktu satu tahun. Para partisipan itu ditanyai seputar kebiasaan pemakaian ponsel untuk dibandingkan dengan jumlah produksi sperma mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir FoxNews dan dikutip detikINET, Sabtu (9/2/2008), penurunan jumlah sperma ini diduga disebabkan oleh gelombang elektromagnetis ponsel. Meski demikian, seperti yang sering terjadi pada penelitian semacam ini, lagi-lagi belum ada bukti yang benar-benar pasti mengenai kesimpulan para dokter tersebut. (fyk/wsh)