Speedy Telkom tumbuh dari 93 ribu di 2006 naik menjadi 241 ribu. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh pelanggan dari Divisi Regional II Jabodetabek Banten yang baru saja genap 100 ribu pelanggan.
Sementara, untuk seluler mengalami penambahan pelanggan 12,2 juta (35,69%) di 2007 menjadi 47,89 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelanggan flexi di 2007 juga bertambah 2,2 juta menjadi 6,4 juta. Peningkatan pelanggan tumbuh kencang di kuartal IV setelah dilakukan migrasi frekuensi dari 1.900 MHz ke 800 MHz selesai. Sebelumnya pertumbuhannya flat. Di tahun 2008 Telkom optimistis jumlah Flexi bertambah 3-4 juta pelanggan.
Rinaldi juga menjelaskan di 2008, perseroan melalui Telkomsel menargetkan penambahan 9 juta pelanggan baru atau 50% dari market share nasional yang diperkirakan 18 juta di tahun ini.
Sementara Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan per hari ini (18 Januari 2008) jumlah pelanggan mencapai 49,2 juta. "Kita menunggu selebrasi ke-50 juta," kata Rinaldi.
Kenaikan pelanggan Telkomsel yang signifikan ini dipicu oleh promosi tarif murah Rp 0,5 per detik.
Untuk pertumbuhan telepon tetap (fixed line) 2007, diakui Rinaldi, jumlahnya tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya sebesar 8,7 juta unit SST.
Menurut Rinaldi, telepon tetap masih melayani pelanggan baru. Hanya saja jumlahnya tidak berubah karena pelanggan yang baru me-replace nomor yang sudah tidak aktif.
"Nanti arahnya fixed line itu untuk jaringan broadband. Layangan buat pelanggan tidak cuma telepon rumah saja tapi triple play bisa suara, video dan data," kata Rinaldi. (ir/wsh)