Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Margin Turun, Pendapatan Telkomsel Terus Naik

Margin Turun, Pendapatan Telkomsel Terus Naik


- detikInet

Jakarta - Meskipun margin keuntungan Telkomsel tahun lalu turun 11%, namun bila dilihat dari sisi pendapatan, operator seluler terbesar di Indonesia itu tetap menangguk banyak.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengungkapkan, pendapatan yang berhasil diraih perusahaan pada 2007 lalu meningkat 24% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya naik 16%.

"Peningkatan revenue di 2008 saya rasa relatif sama dengan tahun lalu, sekitar 24%. Jumlah dari revenue-nya berapa, itu belum boleh di-disclosed," ujarnya di sela kongres Bridge Mobile Alliance yang berlangsung di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kiskenda, keberhasilan Telkomsel dalam meningkatkan pendapatan, tak lain karena meningkatnya jumlah pelanggan yang di luar perkiraan target semula dan keberhasilan produk terbarunya dalam memikat pasar.

Pelanggan Telkomsel, lanjutnya, meningkat sekitar 12,2 juta dari 35,6 juta di akhir 2006 menjadi 47,8 juta pada akhir tahun lalu. Artinya, Telkomsel berhasil menjaring pelanggan baru lebih banyak dari target semula 9 juta pelanggan.

"Di 2008 ini target pelanggan baru tetap kita patok sekitar 9 juta pelanggan. Kami optimistis karena hingga hari ini saja, pelanggan kami telah bertambah 1,1 juta terhitung sejak awal tahun," tangkasnya.

Makin Pede

Sementara dari sisi produk, Kiskenda sangat gembira karena produk prabayar Simpati PeDe-nya dianggap telah lulus ujian terberat. "Kita telah lulus dalam meng-handle trafik dan tidak khawatir jaringan jeblok meskipun trafik yang kami tangani lebih tinggi dari Lebaran. Dari situ kita jadi tahu segmen dan area mana yang perlu diprioritaskan," tandasnya.

Secara keseluruhan akibat digebernya produk Simpati PeDe yang menawarkan skema tarif Rp 0,5 per detik setelah menit pertama, kata dia, trafik percakapan suara Telkomsel naik 70%-80%. "Bahkan di beberapa area naik 100%," tukas sang dirut.

Dengan dilancarkannya program tarif baru tersebut, Telkomsel pun bisa tetap menjaga tingkat pendapatan per bulan dari tiap pelanggannya (average revenue per user/ARPU) dengan kisaran Rp 78 ribu hingga Rp 83 ribu.

"ARPU di 2008 secara tradisional (layanan suara dan SMS) akan turun, namun akan kami amankan dengan bisnis lainnya," tandasnya.

Selain gencar memasarkan produk berbasis layanan suara, Telkomsel pun masih tetap aktif menggeber layanan seluler generasi ketiganya (3G). Layanan yang lebih fokus pada komunikasi data kecepatan tinggi tersebut ternyata cukup menguntungkan. Karena menurut Kiskenda, ARPU yang diraih Telkomsel setiap bulannya berkisar US$ 16.

"Hingga akhir 2007 pelanggan kami yang aktif menggunakan 3G sebanyak 1,5 juta dan HSDPA sekitar 70 ribu," katanya.

Artinya, kalau dihitung secara kasar, pendapatan yang diraih Telkomsel bisa lebih dari Rp 210 miliar per bulan. Itu pun cuma dari pelanggan 3G saja, belum HSDPA.

Pun, demi mengakomodir segala keperluannya di 2008 seperti peningkatan kualitas jaringan layanan dan pemasaran, Telkomsel pun menganggarkan belanja modal sebesar US$ 1,7 miliar. Dari alokasi dana tersebut, sebagian besar di antaranya dikhususkan untuk membangun 5.000 pemancar telekomunikasi (BTS) baru, termasuk untuk 3G. Sehingga di akhir 2008, BTS yang dimiliki bisa mencapai 25 ribu unit.Β  (rou/dwn)







Hide Ads