Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tarif Suara 'Tindih' Masa Depan Content Provider

Tarif Suara 'Tindih' Masa Depan Content Provider


- detikInet

Jakarta - Masa depan bisnis Content Provider (CP) diduga akan buram. Pasalnya, tarif percakapan suara yang makin murah akan menindihnya. Demikian yang mengemuka dalam ajang diskusi 'Bisnis Konten, Pangsa Pasar dan Aplikasinya' di Bebek Bali Resto & Cafe, Taman Ria Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

I Made Hartawijaya, VP VAS and New Services PT Excelcommindo Pratama, mengatakan tarif percakapan suara di Indonesia sudah sangat rendah. "SMS juga akan turun sebentar lagi. Jadi konten itu mau dijual berapa? Pelanggan akan berkata 'ngapain beli konten Rp 5.000? mending untuk nelpon'," tukasnya.

Oleh karena itu, lanjut Made, dibutuhkan inovasi dari pemain CP untuk bisa bertahan di 2008. Di sisi lain operator juga tertantang karena harus terus mempertahankan kontennya.
A. Harya Wirasma, Chairman Imoca, mengakui industri CP mulai jenuh. Salah satu faktornya adalah trauma pelanggan yang kesulitan melakukan UNREG untuk layanan tertentu. Selain itu, biaya bisnis yang semakin tinggi juga menjadi alasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ari Sudrajat, CEO Braincode, mengusulkan beberapa solusi untuk mengatasi kejenuhan. Salah satunya dengan mengganti model bisnis. Selama ini CP mendapatkan pemasukan dari tarif ke pelanggan, ini bisa saja diganti dengan memberikan konten murah atau gratis dengan pendapatan dari iklan atau sponsor.

Di sisi lain, dengan jumlah CP yang akan mengalami penurunan, Ari mengatakan pangsa pasar yang dibagi akan menjadi lebih besar.

Sedangkan Made menyarankan pelaku industri untuk melihat konvergensi antara industri telekomunikasi dan internet. "Yang akan booming adalah mobile advertising dan social networking. Ini yang akan digunakan XL untuk bisa mengisi konten-kontennya," ujar Made. (wsh/wsh)





Hide Ads
LIVE