Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Demi Tarif Murah, Palapa Ring Minta Diskon

Demi Tarif Murah, Palapa Ring Minta Diskon


- detikInet

Jakarta - Konsorsium Palapa Ring meminta Menteri Keuangan mengurangi pajak bea masuk perangkat serat optik agar tarif komunikasi data yang akan ditawarkan nantinya bisa semakin murah.

Menurut Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto, permintaan tersebut akan disampaikan pihak konsorsium saat bertemu dengan menteri pada akhir Januari 2008 ini.

"Setelah dihitung-hitung, kalau biaya investasi dan operasionalnya bisa dikurangi maka ujung-ujungnya tarif yang akan ditawarkan juga bisa jauh lebih murah," ujarnya ketika dihubungi detikINET, Senin (14/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Palapa Ring sendiri merupakan megaproyek pemerintah dalam membangun infrastruktur serat optik bawah laut dan tanah sepanjang 10.000 km sebagai tulang punggung (backbone) jaringan internasional di kawasan timur Indonesia.

Proyek pembangunan kabel yang diperkirakan memakan biaya US$ 225 juta tersebut akan digarap oleh konsorsium enam perusahaan, yakni: Telkom, Indosat, Excelcomindo Pratama, Powertek Utama Internusa, Infokom Elektrindo, dan Bakrie Telecom.

Sementara, Juru Bicara Konsorsium Palapa Ring Rakhmat Junaidi memperkirakan pajak yang akan dikenakan untuk bea masuk perangkat berkisar 20% hingga 25% dari nilai proyek atau sekitar US$ 50 juta.

"Kalau unsur pajak bisa dibebaskan, atau setidaknya diminimalisir, pembangunan fiber optic tentunya juga bisa lebih luas lagi," tandas Rakhmat yang juga menjabat sebagai Direktur Layanan Korporasi Bakrie Telecom.

Segera setelah membahas pengurangan pajak dengan menteri, lanjutnya, konsorsium akan segera membuat surat permintaan penawaran (Request for Proposal/RFP) dari para vendor trunkey kabel serat optik bawah laut untuk mengikuti proses pratender pada pertengahan Februari 2008. Β  (rou/rou)







Hide Ads