×
Ad

AI dan Data Center Makin Haus Bandwidth, JLM Perkuat Kabel Laut RI-Singapura

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 12 Okt 2026 13:35 WIB
PT Jala Lintas Media (JLM) memperkenalkan Insight, jaringan backbone kabel laut sepanjang 1.123 kilometer. Foto: Jala Lintas Media
Jakarta -

PT Jala Lintas Media (JLM) memperkenalkan Insight, jaringan backbone kabel laut sepanjang 1.123 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura. Kabel laut terbaru ini merespon semakin tumbuh pesatnya pusat data, komputasi awan, hingga kecerdasan buatan (AI).

Keberadaan infrastruktur tersebut menjadi langkah awal JLM memasuki memasuki pasar konektivitas internasional atau wholesale, dengan menyediakan layanan kapasitas besar hingga 30 Tbps.

CEO PT Jala Lintas Media Victor Irianto mengatakan, pembangunan INSIGHT menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnis dari penyedia konektivitas domestik menjadi pemain infrastruktur dengan jangkauan internasional.

"INSIGHT menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan JLM Group untuk berkembang dari penyedia infrastruktur konektivitas domestik menjadi pemain infrastruktur dengan jangkauan internasional," ujar Victor.

Victor disampaikan bahwa pertumbuhan trafik data dan kebutuhan konektivitas lintas negara mendorong perlunya infrastruktur dengan kapasitas besar yang dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan pelanggan.

Jaringan Insight dirancang untuk menyediakan layanan International Private Leased Circuit (IPLC), IP Transit, dan Wavelength. Layanan tersebut memungkinkan pelanggan wholesale memperoleh kapasitas konektivitas untuk mendukung komunikasi data, akses jaringan internasional, serta pertukaran trafik digital.

Pemilihan rute Jakarta-Batam-Singapura juga berkaitan dengan posisi Singapura sebagai salah satu pusat konektivitas internasional dan layanan pusat data di Asia Tenggara. Sementara itu, kebutuhan pertukaran data Indonesia dengan jaringan global terus berkembang seiring ekspansi layanan digital.

JLM mengklaim Insight menambah pilihan jalur konektivitas melalui konsep route diversity dan redundansi jaringan. Ketersediaan jalur alternatif ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan koneksi apabila terjadi gangguan pada jalur tertentu.

Selain menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Insight disiapkan untuk mendukung kebutuhan interkoneksi dan distribusi trafik ke berbagai pusat data di Jakarta, termasuk fasilitas berskala besar atau hyperscale data center.

"Insight kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus berkembang, termasuk pertumbuhan hyperscale data center dan kebutuhan interkoneksi antar-data center," kata Victor.

JLM menyebutkan perusahaan mengalokasikan investasi sebesar USD 20 juta untuk kabel laut yang menghubungkan Singapura, Batam, hingga Batam.

Kehadiran Insight melengkapi portofolio JLM Group yang telah mengembangkan berbagai layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sejak 2009. Portofolio tersebut mencakup Bnetfit untuk konektivitas residensial dan bisnis, Dedicated Internet untuk segmen korporasi, Mahavira untuk layanan terkelola dan infrastruktur ICT, serta NexByte untuk solusi pusat data dan jaringan.

Melalui Insight, JLM Group memperluas cakupan bisnisnya ke konektivitas internasional untuk melayani kebutuhan operator dan penyedia infrastruktur digital di tengah pertumbuhan lalu lintas data regional.

Setelah kabel laut Insight, perusahaan telah menetapkan proyek kabel lautnya yang akan menghubungkan Tanjung Pakis, Gresik, Makassar, Balikpapan, hingga Manadon. Proyek ini diharapkan dapat tergelar di 2028 dan beroperasi di tahun berikutnya.



Simak Video "Video: Menakar Masa Depan Internet 'Pintar'"

(agt/agt)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork