Ringkasan
Jaringan 5G merupakan generasi terbaru teknologi seluler yang menawarkan kecepatan internet lebih tinggi, latensi lebih rendah, dan kapasitas jaringan yang lebih besar dibandingkan 4G. Teknologi ini memungkinkan pengalaman internet yang lebih lancar sekaligus mendukung berbagai inovasi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, hingga otomasi industri.
Jaringan 5G resmi hadir di Indonesia sejak 2021 dan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat maupun industri terhadap konektivitas yang lebih cepat dan andal. Jadi pertanyaan, apa perbedaan antara jaringan 4G dan 5G?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan 5G memasuki babak baru setelah pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja menyelesaikan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, yang akan menjadi amunisi baru bagi operator seluler untuk memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kualitas layanan 5G.
Dibandingkan saat pertama kali diluncurkan, pemanfaatan 5G saat ini tidak lagi hanya berfokus pada akses internet yang lebih cepat di smartphone. Teknologi ini mulai dimanfaatkan untuk mendukung berbagai layanan digital seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), smart factory, smart mining, smart port, hingga berbagai kebutuhan industri yang membutuhkan komunikasi data secara real-time.
Apa perbedaan utama antara jaringan 4G dan 5G?
1. Kecepatan Internet
Perbedaan yang paling mudah dirasakan adalah kecepatan akses internet. Jaringan 5G mampu menghadirkan kecepatan berkali-kali lipat dibandingkan 4G, bahkan dalam kondisi ideal dapat mencapai ratusan Mbps hingga lebih dari 1 Gbps.
Namun, kecepatan tersebut bergantung pada sejumlah faktor, seperti spektrum frekuensi yang digunakan, kapasitas jaringan, jumlah pengguna, hingga perangkat yang dipakai.
Dengan tambahan spektrum hasil lelang 700 MHz dan 2,6 GHz, operator seluler memiliki kapasitas lebih besar untuk menghadirkan layanan 5G yang lebih cepat, stabil, dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
2. Teknologi yang Digunakan
Jaringan 4G selama ini menjadi tulang punggung layanan internet seluler di Indonesia dan masih sangat memadai untuk aktivitas sehari-hari seperti streaming video, media sosial, hingga video conference.
Sementara itu, 5G merupakan evolusi dari teknologi seluler yang menghadirkan latensi lebih rendah, kapasitas jaringan lebih besar, serta mampu menghubungkan jauh lebih banyak perangkat secara bersamaan. Kemampuan tersebut membuat 5G menjadi fondasi berbagai layanan masa depan seperti AI, IoT, edge computing, kendaraan otonom, hingga otomasi industri.
Telkomsel menggelar showcase 5G di ajang rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali. Beragam ekosistem teknologi digital karya anak bangsa pun diperlihatkan. Foto: dok. Telkomsel |
3. Cakupan Jaringan
Hingga saat ini, jaringan 4G masih menjadi layanan dengan cakupan paling luas di Indonesia.
Sebaliknya, jaringan 5G masih terus diperluas oleh operator seluler. Komdigi menyebutkan adopsi internet cepat tersebut masih di bawah 10%. Akan tetapi, kehadiran tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi momentum penting untuk mempercepat ekspansi sinyal 5G di Indonesia ke depannya.
Frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik jangkauan yang lebih luas sehingga efektif memperluas layanan hingga ke daerah yang sebelumnya belum terjangkau secara optimal. Sementara frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk menghadirkan layanan 5G berkecepatan tinggi di kawasan padat penduduk maupun pusat aktivitas ekonomi.
Kombinasi kedua pita frekuensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mempercepat pemerataan layanan 5G di Indonesia.
4. Manfaat bagi Masyarakat dan Industri
Jika 4G banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan komunikasi dan hiburan, 5G membawa manfaat yang jauh lebih luas.
Di sektor industri, jaringan 5G memungkinkan pemantauan mesin secara real-time, pengoperasian alat berat dari jarak jauh, penggunaan sensor IoT, hingga analisis data berbasis AI yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja.
Sementara bagi masyarakat, 5G memberikan pengalaman streaming yang lebih lancar, video conference dengan kualitas lebih baik, cloud gaming tanpa jeda yang berarti, hingga mendukung hadirnya berbagai layanan digital berbasis AI.
5. Apakah 4G Akan Ditinggalkan?
Jawabannya, belum. Dalam beberapa tahun ke depan, 4G dan 5G akan berjalan berdampingan. Jaringan 4G tetap menjadi tulang punggung layanan seluler karena cakupannya yang paling luas, sedangkan 5G akan terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkecepatan tinggi, baik bagi pelanggan individu maupun sektor industri.
Seiring penyelesaian lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, pengembangan 5G di Indonesia diperkirakan akan berlangsung lebih cepat. Tambahan spektrum tersebut memberi ruang bagi operator untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan, serta menghadirkan lebih banyak inovasi digital yang memanfaatkan teknologi AI, IoT, dan berbagai aplikasi masa depan.
Ilustrasi jaringan 5G. Foto: Shutterstock |
FAQ
1. Apa perbedaan utama 4G dan 5G?
5G menawarkan kecepatan lebih tinggi, latensi lebih rendah, dan kapasitas jaringan lebih besar dibandingkan 4G.
2. Apakah 4G masih layak digunakan?
Ya. Jaringan 4G masih sangat memadai untuk aktivitas sehari-hari seperti streaming, video call, media sosial, dan bekerja secara online.
3. Apa saja manfaat 5G?
Selain internet yang lebih cepat, 5G mendukung layanan berbasis AI, IoT, smart city, smart factory, hingga berbagai kebutuhan industri yang memerlukan koneksi real-time.
4. Apakah semua ponsel bisa menggunakan 5G?
Tidak. Pengguna harus memiliki perangkat yang mendukung 5G serta berada di area yang telah terjangkau jaringan 5G.
5. Apakah 5G akan menggantikan 4G?
Belum. Dalam beberapa tahun ke depan, 4G dan 5G akan tetap berjalan berdampingan. 4G masih menjadi tulang punggung layanan seluler, sementara 5G akan terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan digital yang semakin berkembang.
(agt/fay)



