Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dapat Tambahan 80 MHz, XLSmart Siapkan Pengembalian Spektrum 900 MHz

Dapat Tambahan 80 MHz, XLSmart Siapkan Pengembalian Spektrum 900 MHz


Agus Tri Haryanto - detikInet

XLSmart memperkuat infrastruktur telekomunikasi di Kalimantan.
Foto: XLSmart
Jakarta -

XLSmart masih mempersiapkan proses pengembalian sebagian spektrum frekuensi 900 MHz kepada pemerintah sebagai salah satu komitmen yang harus dipenuhi setelah merger antara XL Axiata dan Smartfren.

Group Head Corporate Communications XLSmart Reza Mirza mengatakan, hingga saat ini perusahaan masih berada dalam tahap persiapan sebelum pengembalian spektrum tersebut dilakukan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan pemerintah.

"Masih dalam persiapan tidak menggunakan lagi spektrum tersebut hingga batas akhir pengembalian di bulan Desember 2026 mendatang," ujar Reza kepada detikINET, Rabu (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai komitmen pascamerger, XLSmart wajib mengembalikan pita frekuensi 900 MHz selebar 15 MHz kepada negara paling lambat 14 Desember 2026. Pengembalian frekuensi ini bagian dari penataan spektrum yang dilakukan pemerintah agar pemanfaatan frekuensi radio menjadi lebih efisien setelah proses konsolidasi industri telekomunikasi.

Di sisi lain, posisi spektrum XLSmart kini semakin kuat setelah operator seluler ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

ADVERTISEMENT

Dalam seleksi tersebut, XLSmart memperoleh 30 MHz (2x15 MHz) di pita 700 MHz serta 50 MHz di pita 2,6 GHz. Dengan demikian, operator yang identik warna biru itu mendapatkan tambahan spektrum sebesar 80 MHz.

Diketahui, sebelum lelang, XLSmart mengoperasikan total 152 MHz spektrum yang terdiri dari pita 800 MHz (22 MHz), 900 MHz (15 MHz), 1.800 MHz (45 MHz), 2,1 GHz (30 MHz), dan 2,3 GHz (40 MHz).

Setelah memperoleh tambahan spektrum dari hasil seleksi, total penguasaan spektrum XLSmart meningkat menjadi sekitar 232 MHz. Namun, setelah pengembalian pita 900 MHz selebar 15 MHz kepada negara pada akhir 2026, total spektrum efektif perusahaan akan menjadi sekitar 217 MHz.

Reza melanjutkan, tambahan spektrum yang diperoleh dari pita 700 MHz dan 2,6 GHz akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Disampaikannya, pita 700 MHz akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan karena memiliki karakteristik cakupan yang lebih luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Sementara itu, pita 2,6 GHz akan memperkuat kapasitas jaringan di wilayah dengan trafik data tinggi.

"Tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan cakupan (coverage) dan juga memperkuat kapasitas jaringan, baik 4G maupun 5G. Dengan begitu, masyarakat yang terlayani jaringan berkualitas akan semakin luas, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau," tutur Reza.



(agt/agt)




Hide Ads