×
Ad

Punya Ratusan Satelit, Amazon Leo Siap Tantang Starlink

Anggoro Suryo - detikInet
Sabtu, 04 Jul 2026 18:15 WIB
Foto: Amazon
Jakarta -

Raksasa teknologi Amazon mengumumkan bahwa mereka kini memiliki cukup satelit yang beroperasi di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit) untuk memulai operasional layanan internet satelit mereka. Proyek yang dinamakan Amazon Leo ini siap beroperasi secara komersial dan mulai menantang dominasi Starlink milik SpaceX.

Menyusul peluncuran terbarunya, jaringan konstelasi Amazon Leo kini tercatat telah menggelar 396 satelit. Menurut Chris Weber, Vice President yang memimpin lini bisnis dan produk untuk Amazon Leo, jumlah tersebut sudah cukup untuk mendukung layanan berkelanjutan melintasi titik-titik lintang awal.

Pencapaian strategis ini membuat Amazon berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target ketersediaan komersial layanan mereka pada pertengahan 2026. Namun, para pengguna awal diimbau untuk menurunkan ekspektasi dan tidak mengharapkan koneksi internet yang sempurna pada hari-hari pertama peluncurannya.

Bercermin dari Fase Beta Starlink

Sebagai perbandingan, SpaceX pertama kali meluncurkan layanan uji coba bertajuk "Better than nothing beta" pada 2020, saat mereka telah mengoperasikan hampir 900 satelit.

Pada saat itu, layanan awal Starlink hanya mencakup sebagian kecil pengguna di wilayah utara Amerika Serikat dan Kanada. Pengguna awal kerap mengeluhkan seringnya layanan terputus dan sensitivitas antena yang tinggi terhadap rintangan.

Kecepatannya saat itu berkisar antara 50 Mbps hingga 150 Mbps, dengan latensi (jeda waktu) di angka 20 ms hingga 40 ms. Memasuki tahun 2022, barulah kualitas layanan dan luas jangkauan Starlink meningkat secara drastis.

Para pengguna awal layanan Amazon Leo kemungkinan besar akan menghadapi situasi dan kendala yang sama pada masa-masa awal pengoperasiannya. Kinerja layanan, peningkatan kapasitas jaringan, serta perluasan jangkauan global baru akan terasa seiring dengan bertambahnya misi peluncuran satelit di masa mendatang.

Jalan Panjang Mengejar Dominasi SpaceX

Saat ini, SpaceX memiliki keunggulan yang sangat jauh di depan dengan lebih dari 10.000 satelit Starlink yang beroperasi. Perusahaan tersebut menyediakan jaringan internet yang tangguh di darat, laut, dan udara untuk lebih dari 160 negara.

Meski performa Starlink bervariasi bergantung pada jenis antena penerima, paket layanan, kepadatan jaringan di jam-jam tertentu, dan lokasi, mereka kini mampu memberikan standar kecepatan unduh median sebesar 200 Mbps, kecepatan unggah 10 Mbps hingga 40 Mbps, dan latensi yang stabil di kisaran 25 ms.

Tampaknya butuh waktu bertahun-tahun bagi Amazon untuk bisa menyaingi kemampuan performa pesaing utamanya tersebut, sembari terus berupaya merampungkan megaproyek peluncuran 3.232 satelit Leo mereka.

Saat ini, proyek Amazon diketahui telah jauh tertinggal dari jadwal. Sebagian keterlambatan ini diakibatkan oleh hambatan yang dialami perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, yang masih berjuang keras membawa roket peluncur reusable New Glenn milik mereka untuk bisa beroperasi secara reguler, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (4/7/2026).



Simak Video "Video: Starlink Kasih Internet Gratis di Sumatera, Gimana Cara Kerjanya?"

(asj/hps)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork