Eropa ingin memangkas rekor defisit perdagangannya dengan China pada bulan Oktober, tapi gelombang panas terburuk yang melanda kawasan tersebut justru memicu lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk impor pendingin ruangan (AC) buatan China.
Perselisihan mengenai ketidakseimbangan perdagangan, kontrol ekspor, dan kekayaan intelektual harus membuahkan hasil nyata bulan Oktober. Itu dikatakan kepala perdagangan Eropa Maros Sefcovic setelah menemui Menteri Perdagangan China Wang Wentao.
"Tidak semuanya akan terselesaikan, tidak semuanya akan diperbaiki, tapi kami pikir antara sekarang dan Oktober, tim kami punya waktu cukup untuk memberikan hasil nyata. Ekspor China ke UE "terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di China terus menyusut," kata Maros yang dikutip detikINET dari CNBC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun keduanya bertemu ketika gelombang panas membuat warga Eropa berbondong membeli AC, sebagian besar buatan China. Eropa padahal dulu enggan memakai AC karena dianggap bising dan panas brutal biasanya berlangsung singkat. Adopsi teknologi rakus energi ini juga dicemaskan merusak upaya memerangi perubahan iklim.
Defisit barang kawasan tersebut dengan China tumbuh 15% menjadi USD 410 miliar tahun lalu. Peralatan listrik dan mesin termasuk di antara yang paling banyak diimpor. AC asal China semakin menambah ketidakseimbangan tersebut.
Midea Group dilaporkan mengatakan bahwa pesanan unit PortaSplit miliknya, sistem split portabel yang dirancang mengakali aturan bangunan Eropa Barat, melampaui 200.000 unit tahun ini, dua kali lipat dari 2025.
Kepemilikan AC di Eropa berada di angka sekitar 20% rumah tangga, jauh di bawah tingkat penetrasi hampir 90% di AS. Kesenjangan ini tengah berlomba-lomba ditutup oleh Midea dan produsen peralatan rumah tangga Asia lainnya seperti Samsung dan Mitsubishi Electric.
Tidak satu pun lima merek AC terlaris di Eropa berasal dari Uni Eropa. Haier Group, Gree Electric Appliances, dan Midea Group, semuanya dari China, bersama-sama menguasai sekitar 32% pasar Eropa pada tahun 2025, menurut Euromonitor International. Beko dari Turki dan Daikin Industries dari Jepang melengkapi daftar lima besar.
Desain AC Midea disesuaikan untuk menembus hambatan peraturan dan pasar Eropa yang terfragmentasi. Unit luar PortaSplit dapat dijepit pada braket jendela, tak perlu pengeboran, dan diklasifikasikan sebagai furnitur dan bukan instalasi tetap, menghindari larangan modifikasi fasad di kota seperti Paris.
Ketiadaan nama merek asli Eropa di antara pemasok AC terkemuka di benua biru merupakan kesenjangan industri yang coba diatasi oleh para pemimpin Uni Eropa. Namun sepertinya tidak mudah untuk membesarkan merek AC.
(fyk/fyk)