Apresiasi Konektivitas Digital 2026 oleh Bakti Komdigi dan Detikcom, diselenggarakan untuk memberikan panggung bagi individu, komunitas, hingga institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerahnya masing-masing.
Dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jumat (17/4/2026), SMA Negeri 1 Bintan Pesisir di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riuai, dinobatkan sebagai Sekolah Teladan Digital.
Hambatan dan Tantangan
Sekolah ini terletak di sebuah pulau kecil yang jarak tempuh dari pusat keramaian (kota) sekitar 1 jam 15 menit, yaitu di Pulau Gin Besar, Desa Numbing, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan Permendikbud Ristek No. 160/P/2021, sekolah ini diklasifikasikan berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun bangunan fisik sekolah dinilai sudah cukup lengkap dan lumayan besar untuk sekolah yang berada di sebuah pulau kecil (di tengah kebun karet), hambatan utama terletak pada keterbatasan akses internet karena lokasi sekolah berada di blank spot area (2 tahun belakangan sudah mulai menggunakan Starlink). Namun, belum semua titik di lingkungan sekolah (kelas-kelas) terjangkau sinyal internet.
Jaringan internet masih hanya bisa diakses di dua titik saja, ruang guru dan lab digital. Hal ini masih menjadi penghambat kelancaran proses pembelajaran, terutama ketika guru maupun murid perlu mengakses sumber belajar daring (online).
Selain itu, yang menjadi hambatan lain adalah transportasi antar jemput siswa. Siswa/i SMA berasal dari 3 pulau yang terpisah, sementara sekolah hanya memiliki satu transportasi laut sebagai sarana utama untuk menjemput siswa dari pulau-pulau tersebut. Tidak hanya itu, jarak dari pelabuhan ke sekolah yang cukup jauh sekitar 4-5 km, mengharuskan murid untuk menaiki kendaraan darat.
Sayangnya, sekolah hanya ada 1 bus untuk mengantar jemput siswa setiap harinya, itupun milik Pemerintah Kabupaten (SMP & SD). Anggaran operasional sekolah dari Dana BOS Reguler sangat terbatas karena jumlah murid yang kurang dari 100 orang. Kondisi ini memaksa sekolah untuk melakukan pengadaan sarana prasarana dan kebutuhan pembelajaran secara bertahap. Meskipun demikian, kebutuhan finansial sekolah sedikit terbantu dengan adanya alokasi Dana BOS Kinerja.
Hambatan Sumber Daya Manusia (SDM) Hambatan SDM muncul dari rendahnya motivasi belajar murid serta potensi kreativitas guru yang belum tereksplorasi secara maksimal. Selain itu, masih ada guru yang merasa kurang percaya diri dan malas ketika didorong untuk mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi diri, terutama saat dihadapkan pada tantangan untuk mengikuti ajang perlombaan atau kompetisi profesional padahal kemampuannya ada dan bisa.
Inovasi Pengembangan Pendidikan
Meski sekolah masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti akses internet yang belum menyeluruh dengan kapasitas kecepatan yang masih kurang. Guru-guru di SMA Negeri 1 Bintan Pesisir sudah banyak yang memanfaatkan teknologi dan platform-platform digital dalam pembelajaran. Bahkan tidak hanya memanfaatkan, tapi sudah ada beberapa guru yang mampu membuat media pembelajaran sendiri.
Adapun media pembelajaran digital yang dikembangkan guru sangat beragam, disesuaikan dengan kompetensi yang dimilikinya seperti; video pembelajaran, blog pembelajaran, LMS, MPI, gim map, gim edukasi, virtual reality, augmented reality, dan koding. Beberapa bentuk penerapan teknologi digital dalam pembelajaran antara lain:
Pengembangan Aplikasi Pembelajaran si Anak Garuda. Penggunaan virtual reality dan game edukasi.
Edukasi lewat aplikasi 3D Gallery Virtual Seni Lukis.
Penerapan manajemen sistem pembelajaran terintegrasi AI. Pemanfaatan platform digital untuk presentasi dan asesmen.
Dampak Digitalisasi Pendidikan
Dampak dari pemanfaatan teknologi digital di sekolah bukan hanya dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi murid. Tapi dapat menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, adaptif, kreatif, berkesadaran, dan bermakna.
Selain itu, dampak lainnya adalah dapat menghasilkan prestasi dan berdampak lebih luas karena praktik baik dalam pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru-guru di SMAN 1 Bintan Pesisir dapat dibagikan ke sekolah-sekolah lain.
SMA Negeri 1 Bintan Pesisir, memiliki 2 orang guru yang menyandang sebagai Duta Teknologi dari ajang PembaTIK yang diselenggarakan oleh Pusdatin (BLPT), Pak Nurjaman di tahun 2020 dan Pak Anggi di tahun 2024. Keduanya juga pernah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kepri sebagai ASN Berprestasi dan Berdedikasi. Di kancah nasional juga pernah menjadi juara dalam ajang Jambore GTK (5 terfavorit) dan Apresiasi GTK.
Pak Hendra di tahun 2025, lolos dalam program FT2025 ASEAN-JAPAN Exchange Program For Secondary School Education. Tim sekolah di tahun 2025 menjuarai lomba Hackathon Rumah Pendidikan, sebagai juara 3 nasional. Di tahun 2024 tim sekolah berhasil menjuarai ajang Acer Smart School Award. Selain itu, ada guru yang juga sebagai co-kapten belajar.id, pendekar VR, assemble certified trainer, wayground super trainer, narasumber koding, dan narasumber/fasilitator digitalisasi pembelajaran.
Jadi, walaupun menghadapi hambatan geografis dan infrastruktur internet, SMAN 1 Bintan Pesisir berhasil melakukan transformasi melalui SDM yang adaptif dan inovatif. Ini membuktikan bahwa keterbatasan di sekolah pulau bukan penghalang untuk meraih prestasi nasional dan internasional.
(fyk/fyk)