Esia Sambut Kehadiran Smart
- detikInet
Jakarta -
Alih-alih menyiapkan strategi khusus menghadapi calon pesaingnya. Bakrie Telecom selaku operator jaringan layanan Esia malah menyambut hangat kehadiran Smart Telecom."Bagus, selamat datang buat Smart. Semakin banyak pemain baru di CDMA semakin membuktikan bahwa teknologi CDMA itu bagus," ujar Wakil Dirut PT Bakrie Telecom Tbk, Erik Meijer menjawab pertanyaan detikINET, Minggu (2/9/2007).PT Sinar Mas Telecommunication atau lebih akrab disebut Smart Telecom memastikan peluncuran perdana layanan selulernya yang berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) di sejumlah kota besar Pulau Jawa, mulai awal minggu ini, Senin (3/9/2007).Erik menilai, kehadiran operator baru justru menumbuhkan semangat untuk berkompetisi dengan sehat dalam memberikan layanan telekomunikasi yang terbaik bagi masyarakat."Bakrie nggak khawatir (Smart akan merebut pasar telepon tetap nirkabel- red.) dan nggak merasa terancam. Kalau layanan mereka sukses, maka jumlah penetrasi telepon ikut naik. Artinya, pelanggan Esia bisa semakin banyak menelpon ke nomor operator lain dan ditelpon dari nomor lain," ujarnya, diplomatis.Bakrie pun berjanji tidak akan mempersulit proses pembukaan interkoneksi antara jaringan Esia dengan kepunyaan Smart. "Kita pernah di posisi mereka, dan kita juga bukan ancaman buat mereka," tegas Erik dengan bijak.Rebutan PelangganMeski sama-sama akan bersaing untuk memperebutkan calon pelanggan di dalam dan di luar Pulau Jawa, namun Bakrie optimistis dapat meraih sesuai yang ditargetkan hingga akhir tahun.Erik mengungkapkan, Bakrie telah berhasil menambah 700 ribu pelanggan Esia dan Wifone pada semester satu 2007 ini atau menjadi 2,25 juta pelanggan dari 1,55 juta pelanggan di posisi akhir 2006 lalu."Mulai semester kedua ini kami akan mengejar 875 ribu pelanggan lagi dari area Jabotabek, Jabar, dan Banten, serta 500 ribu pelanggan dari 17 kota di luar area tersebut supaya bisa mencapai target menjadi 3,6 juta pelanggan," urainya.Meski terlihat berat, namun Erik yakin pihaknya bisa meraih tambahan 1,34 juta pelanggan di rentang waktu yang tersisa. "Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi atas produk kami di kota-kota yang baru saja diluncurkan, kami cukup optimis bisa meraih target pelanggan.""Di Surabaya dan Malang, contohnya, dalam empat hari kami telah berhasil menggaet 25 ribu pelanggan saat prapenjualan. Sedangkan di Semarang dan Solo, kami langsung mendapatkan 10 ribu pelanggan dalam dua hari," ungkapnya.Tunggu Kanal PinjamanDalam upayanya mengejar target pelanggan, Bakrie menggratiskan panggilan antarsesama pelanggan Esia di kota-kota yang baru saja diluncurkan hingga akhir November 2007.Dengan demikian, kata Erik, para pelanggan baru tersebut bisa menjajal kehandalan jaringan Esia meski mengalami peningkatan trafik sampai tiga kali lipat, misalnya, menjelang puasa dan Lebaran.Erik pun mengaku yakin jaringannya cukup kuat untuk menanggung limpahan pelanggan Esia yang melakukan ritual mudik dan menggunakan fitur 'roaming' ala telepon tetap nirkabel, Esia GoGo, andaikan kapasitas kanalnya saat itu sudah bertambah."Pas mudik sih kuat-kuat saja (menampung migrasi pelanggan-red.) karena sudah dapat pinjaman kanal. Asalkan akhir September ini sudah dapat pinjaman satu kanal, baik fitur GoGo maupun akses internet Wimode kami sudah bisa berjalan dengan baik di kota-kota baru tersebut," ujarnya.Sebelum frekuensi 800 MHz yang ditempatinya kini ditata ulang, Bakrie memiliki alokasi tujuh kanal untuk operasionalnya. Namun, kini operator tersebut hanya memiliki dua kanal dalam upayanya menggelar ekspansi jaringan layanannya secara nasional. Merasa kurang, diajukanlah permohonan untuk meminjam tambahan satu kanal untuk sementara waktu dari kanal cadangan.
(rou/rou)