Panitia Tender SLI Diisukan 'Main Mata'
- detikInet
Jakarta -
Tender Sambungan Langsung Internasional (SLI) memasuki babak baru, namun bukan dalam tahapan resminya. Kali ini muncul isu yang mengatakan bahwa ada pihak di panitia yang 'main mata' dengan peserta tender karena memiliki hubungan kerabat. Isu ini dihembuskan oleh salah satu tim penilai yang tidak mau disebutkan namanya. Konon, nama pemenang tender pun telah 'dikantungi' sebelum rapat pembahasan dilakukan. Secara resmi tender tersebut kini masih dalam tahap pembahasan dari dokumen-dokumen yang telah diserahkan peserta. Rapat pembahasan yang dilakukan di kawasan Puncak, Jawa Barat, itu diisukan tidak dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika serta Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Sejauh mana kebenaran isu itu masih dipertanyakan. Namun pernyataan resmi dari pihak panitia tender menyangkal isu tersebut. "Semua tim penilai menandatangani pernyataan tertulis untuk jujur dan tidak bias. Tidak ada tim penilai yang terkait keluarga dengan pemilik maupun direksi peserta tender," ujar Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, yang sekaligus menjabat Ketua Panitia Tender SLI, saat dihubungi detikINET, Selasa (28/8/2007). Hal senada diungkapkan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang juga anggota panitia tender SLI, Heru Sutadi. "Kita sudah tanda tangan pakta integritas. Jadi diharapkan bersih dari KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme-red) dan tidak ada informasi yang rahasia sampai ke pihak luar, terutama peserta tender," ujar Heru. Dengan mundurnya Mobile-8 beberapa waktu lalu, total tersisa tiga peserta tender SLI. Mereka adalah Natrindo Telepon Seluler (NTS), Bakrie Telecom, dan Excelcomindo Pratama (XL). NTS disebut-sebut memiliki peluang paling kecil memenangkan tender ini mengingat basis pelanggan dan infrastruktur operator pemegang lisensi 3G ini masih sangat sedikit. NTS dikabarkan ikut tender untuk meningkatkan citra di hadapan investor baru mereka, Saudi Telecom. Peluang yang lebih baik konon dimiliki Bakrie dan XL. Meski kebanyakan pelanggan Bakrie ada pada tingkat lokal dan low level, perusahaan yang dikomandani Anindya Bakrie ini butuh SLI untuk akses internasional yang selama ini menggunakan Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (ITKP). Sedangkan XL terlihat paling getol mengejar tender SLI ini. Selain jadi yang paling awal menyatakan minatnya, XL juga menurunkan langsung Dirut-nya, Hasnul Suhaimi. Bahkan kabarnya Telekom Malaysia rela melepas kaitan saham dengan Temasek agar XL tidak tersandung.
(wsh/wsh)