Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Cermati Penurunan Tarif Telepon

Indosat Cermati Penurunan Tarif Telepon


- detikInet

Jakarta - PT Indosat Tbk tengah menanti diumumkannya keputusan angka tarif interkoneksi telepon yang baru. Keputusan tersebut akan diterbitkan pemerintah akhir Agustus 2007 ini.Direktur Utama PT Indosat Johnny Swandi Sjam berpendapat, bila tarif interkoneksi untuk telepon seluler dan telepon tetap nirkabel (fixed wireless access/FWA) jadi turun, secara tidak langsung akan menurunkan tarif ritel layanan komunikasi yang diusung produk-produknya.Indosat memiliki produk prabayar Mentari, IM3, dan pascabayar Matrix untuk layanan komunikasi seluler. Sedangkan untuk FWA, Indosat mengusung produk pascabayar StarOne dan prabayar Jagoan.Dengan diturunkannya tarif ritel untuk seluler dan FWA, menurut Johnny, akan berakibat menurunnya marjin operator dalam hal pendapatan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA."Itu yang sedang kita cermati. Apakah dengan penurunan tarif, kita masih bisa mempertahankan EBITDA margin kita," kata Johnny di sela acara Gokart dengan wartawan di teras Hanggar, Jakarta, Rabu (15/8/2007).Namun, pria yang hari ini genap berusia 47 tahun itu, yakin perusahaannya tak akan merugi bila menurunkan tarif ritel. Sebab, pasar seluler maupun FWA di Indonesia masih didominasi pelanggan prabayar sebanyak 95%."Karena kalau konsumen prepaid pemakaian pulsanya berdasarkan nominal tertentu. Taruhlah mereka punya pulsa Rp 100 ribu, mereka biasanya tetap akan menghabiskan pulsa sebanyak yang mereka punya. Mungkin yang berubah hanya durasi penggunaan telepon mereka jadi lebih lama," jelasnya.Meski demikian, Johnny berpendapat penurunan marjin EBITDA hanya akan dipengaruhi pelanggan pascabayar, karena pola penggunaannya yang berbeda dengan pelanggan prabayar. "Kalau postpaid berpengaruh pada EBITDA margin karena pemakaiannya berdasarkan kebutuhan," tandasnya. (rou/ash)







Hide Ads