Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operator Wimax Diminta Satukan Infrastruktur

Operator Wimax Diminta Satukan Infrastruktur


- detikInet

Kuala lumpur - Malaysia telah memiliki empat operator pemegang lisensi Wimax. Kini pemerintahannya meminta keempat operator menggabungkan infrastruktur mereka. Menteri Energi, Air, dan Komunikasi Lim Keng Yaik meminta keempat pemegang lisensi Wimax di Negeri Jiran itu untuk melakukan penggabungan sumber daya dan saling berbagi infrastruktur. Lim mengatakan telah melakukan dua kali pertemuan dengan para pemegang lisensi untuk membahas hal itu. "Saya meminta mereka untuk tidak berkompetisi dalam hal keunggulan infrastruktur tapi berkompetisi pada layanan dan biaya," ujar Lim seperti dikutip detikINET dari harian Bernama, Selasa (31/7/2007). Malaysia boleh dibilang menjadi 'percontohan' operasi akses internet broadband nirkabel alias Wimax di Asia Tenggara. Awal 2007 Malaysia telah menunjuk empat operator pemegang lisensi Wimax, yaitu Bizsurf Sdn Bhd, MIB Comm Sdn Bhd, Redtone-CNX Broadband Sdn Bhd serta Asiaspace Dotcom Sdn Bhd. Keempat pemegang lisensi Wimax tersebut boleh dibilang sebagai operator kecil jika dibandingkan 'raksasa' seperti Telekom Malaysia dan Maxis. Kedua 'raksasa' itu bahkan memiliki keunggulan karena bisa menawarkan akses broadband nirkabel lewat jaringan seluler 3G. Seruan penggabungan infrastruktur ini dilakukan mengingat biaya yang cukup besar dari pembangunan Wimax. Lim bahkan khawatir keempat perusahaan bankrut sebelum bisa melakukan operasional karena menanggung biaya pembangunan yang terlampau tinggi. Di sisi lain, seperti dikutip dari CommsDay, Wimax di Malaysia telah diramalkan tidak akan berhasil. Sebuah laporan dari analis Lehman Brothers mengatakan hal-hal seperti populasi yang kecil, area yang sempit, pemain broadband seluler yang kuat, dan pemegang lisensi yang kurang berpengalaman menunjukkan 'masa depan suram' bagi Wimax di Malaysia. (wsh/wsh)





Hide Ads