Pemerintah Belum Mau Pastikan Tender Wimax
- detikInet
Jakarta -
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan tender Broadband Wireless Access (BWA) belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pihaknya, ujar Nuh, menunggu momentum yang paling tepat. "Kita tunggu momemntum, sama seperti orang mau launching pabrik atau mobil lah," ujarnya di sela-sela Asia Pacific Telecommunity Wireless Forum ke-4 yg digelar di InterContinental Mid Plaza, Jakarta, Selasa (31/7/2007). Teknologi BWA yang cukup populer adalah Wimax (Worldwide Interoperability Mobile Access). Rencananya di Indonesia akses internet broadband ini akan menggunakan slot frekuensi 2,3 GHz. Namun, menurut M. Nuh, dari sisi teknologi Indonesia belum siap untuk menggelar tender lisensi Wimax tersebut. Nuh menyebutkan, baik kemampuan di dalam negeri maupun perkembangan di luar negeri dinilai sama-sama belum siap.Sedangkan pertimbangan kedua pemerintah menunda kepastian tender BWA adalah soal harga. "Yang namanya teknologi baru yang baru keluar, harganya pasti relatif mahal. Padahal teknologi itu cepat, nanti beberapa bulan ke depan ada yang baru lagi, otomatis yang awal-awal harganya turun. Kalau kita ambil sekarang, harga masih mahal, nanti tarif (ke konsumen-red) juga mahal," tukas Nuh. Nuh pun menegaskan bahwa Indonesia perlu berhati-hati soal lisensi penggunaan frekuensi. "Ini (kavling frekuensi-red) mahal, tidak bisa disembarangi begitu saja," ujarnya.
(wsh/wsh)