Pantau Rekonstruksi Pasca Gempa Jogja di Internet
- detikInet
Yogyakarta -
Informasi proses rekonstruksi gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya setahun lampau kini disajikan dalam bentuk website yang beralamat di www.ttnrr.org.Adalah Tim Teknis Nasional (TTN), salah satu lembaga yang dibentuk untuk melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Yogyakarta sejak Juli 2006 yang menciptakan website ini."Tujuannya adalah sharing knowledge. Dalam artian, kami merasa sayang jika proses rekonstruksi gempa yang cukup lancar di Jogja ini tidak diketahui masyarakat luas ataupun mereka yang membutuhkan informasinya," ujar Ir. Hermawan Ardiyanto, ketua sekretariat TTN dalam kesempatan jumpa pers di gedung Acasia, Sleman - Yogyakarta, Sabtu (21/7/2007)."Harapannya, semua pihak termasuk lembaga donor, media massa dan tentu saja masyarakat luas bisa mengakses perkembangan rekonstruksi gempa setiap waktu. Situs ini mendokumentasi segala kegiatan yang telah kami lakukan dalam rehabilitasi gempa," tambahnya.Lebih lanjut menurut Hermawan, website ini memiliki cakupan informasi yang cukup luas. Selain melaporkan perkembangan terbaru dari proses rekonstruksi, website ini juga menghadirkan link menuju situs Geographic Information System (GIS), sebuah situs informasi geografi gempa dan juga situs buletin Titen.Situs GIS tersebut menampilkan berbagai peta interaktif dan berbagai analisis tentang gempa yang bisa didownload. Sementara, situs Titen adalah pengembangan dari buletin cetak Titen yang diterbitkan sebulan sekali berisi informasi tentang gempa Jogja.Dikebut"Pembuatan website ini kami kebut dalam waktu dua bulan saja. Kami mendesainnya sendiri dengan bantuan beberapa orang luar yang kami anggap mampu," ungkap Ir. Panggih Dwi Atmojo, anggota TTN sekaligus salah satu pendesain situs dalam kesempatan wawancara dengan detikINET."Desainnya kami buat secara formal karena ini merupakan situs pemerintah. Sebenarnya, kami ingin menambahkan fitur komentar untuk tiap informasi, namun tidak diperbolehkan oleh yang lebih berwewenang," sebutnya.Lebih lanjut, merujuk format media online, Panggih mengungkapkan bahwa informasi di situs tersebut akan selalu diperbaharui secara berkelanjutan. "Begitu ada laporan masuk, ada orang kami yang akan mengedit sekaligus mempostingnya ke situs ini," terangnya lagi.Situs ini diharapkan terus eksis meskipun rencananya, tim TTN akan dibubarkan pada bulan Juli 2008 atau genap dua tahun masa bakti mereka.
(dbu/dbu)