Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hasnul: Saham Temasek di TM Sudah Dijual!

Hasnul: Saham Temasek di TM Sudah Dijual!


- detikInet

Jakarta - XL mengatakan saham Temasek di Telekom Malaysia telah dijual sebelum tender SLI. Oleh karena itu tak ada afiliasi XL dengan Indosat. Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama (XL), menegaskan bahwa XL tidak memiliki afiliasi dengan penyelenggara SLI existing di Indonesia, baik PT Telkom maupun PT Indosat. Penegasan ini dilakukan untuk menepis isu adanya afiliasi XL dengan Indosat melalui pemilik saham XL, Telekom Malaysia (TM). Sedangkan tidak adanya afiliasi menjadi syarat XL jika ingin terus mengikuti tender Sambungan Langsung Internasional (SLI) di pemerintahan. Kabar yang beredar mengatakan sebagian saham TM dimiliki oleh Temasek yang notabene induk dari STT dan Singtel. Padahal masing-masing anak perusahaan merupakan pemegang saham di Indosat (STT) dan Telkomsel (Singtel). Secara mayoritas, ujar Hasnul, XL dimiliki oleh Khazanah Group (Telekom Malaysia) kemudian oleh Rajawali, dan sisanya dimiliki publik. "Kalau dengan Telekom Malaysia ya jelas harus ada afiliasi," ujarnya kepada wartawan di Sari Kuring, Jakarta, Selasa (17/7/2007).Saat ini, ujar Hasnul, Temasek dengan Khazanah jelas tidak ada hubungan. Dulu, ujarnya, Temasek pernah punya saham di TM sebesar 5 persen. Namun saham itu menurut Hasnul, pada Februari 2007 telah dijual. Hasnul mengatakan ada dokumen resmi kapan dibeli dan dijualnya. "Jadi dengan tiga pemegang saham tersebut, XL dipastikan tidak ada afiliasi dengan penyelenggara existing SLI di Indonesia," Hasnul menambahkan. Di sisi lain ada kabar bahwa Temasek membeli saham TM lewat bursa (publik). "Kalau dibeli dari pasar, itu tidak bisa dikontrol. Misalnya sekarang saya punya saham di Indosat, apakah itu afiliasi? Yang saya tahu, Temasek membeli di pasar tidak lebih dari 0,5 persen," tutur Hasnul. Saham yang dibeli dari publik pun dinilai tak akan 'menjegal' XL dalam tender SLI. Pasalnya aturan dari pemerintah mengecualikan afiliasi yang terjadi melalui saham publik. Hasnul pun menegaskan bahwa pemegang saham publik tidak akan banyak berpengaruh pada keputusan perusahaan. "Publik itu tidak banyak mempengaruhi," ujarnya. (wsh/wsh)





Hide Ads