Siap Layani SLI, XL Janjikan Penurunan Tarif
- detikInet
Jakarta -
PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) optimis akan memenangi tender lisensi layanan sambungan langsung internasional (SLI) yang digelar pemerintah. Jika menang, operator seluler terbesar ketiga itu berjanji akan menurunkan tarif SLI menjadi lebih murah dari penyedia eksisting.Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi menjelaskan, penurunan tarif SLI sangat memungkinkan karena XL memiliki kekuatan dan ketersediaan infrastruktur jaringan serat optik di dalam negeri dan internasional melalui induk perusahaan, Telekom Malaysia."Kami belum bisa menyebutkan perkiraan penurunannya, tapi kami bisa janjikan tarif SLI yang akan kami tawarkan nanti akan turun cukup signifikan," ujarnya kepada wartawan di Sari Kuring, Jakarta, Selasa (17/7/2007).Hasnul menjelaskan, kesiapan jaringan XL untuk mendukung performa layanan SLI sudah mencapai 90%. "Kita tinggal menyiapkan perangkat switching sentral gerbang internasional yang rencananya selesai Januari 2008. Jadi kuartal I 2008 nanti diperkirakan layanannya sudah bisa dimulai."XL berencana membangun SGI di dua titik, yakni Jakarta dan Surabaya. Selain perangkat SGI, XL juga akan membangun jaringan serat optik dari Batam ke Johor Baru, Malaysia untuk membuka jalur SLI serta membangun sirkuit sewa. "Jaringan SLI akan diintegrasikan dengan jaringan seluler yang sudah ada, sehingga tahap selanjutnya hanya membuka jalur SLI dengan landing point di luar negeri," jelasnya.Untuk pembangunan serat optik tersebut, kata Hasnul, XL mengalokasikan dana sekitar US$ 8 juta yang diambil dari alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) di 2007 ini yang memiliki nilai total US$ 700 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun. "Itu baru perkiraan, masih kami hitung-hitung. Investasi ini juga sudah termasuk untuk pembangunan jaringan broadband buat penyelenggaraan internet. Pembangunan ini juga akan menurunkan tarif internet," tambahnya.Di sisi lain, XL juga tengah merencanakan membangun serat optik untuk melengkapi loop jaringan Surabaya hingga Kalimantan senilai US$ 30 juta yang rencananya rampung 2008 mendatang. "Loop itu konsep utama dan terpenting dalam jaringan fiber optik. Jadi kalau ada yang mengatakan punya jaringan fiber optik sampai ke negara mana pun, tapi tidak punya loop, itu artinya belum apa-apa," tukas Hasnul.Saat ini, XL telah mengambil dokumen tender dan diberikan waktu untuk mengisi proposal hingga Agustus mendatang. Selain XL, peserta tender yang saat ini mengikuti tender layanan SLI adalah Bakrie Telecom, Mobile-8 Telecom, dan Natrindo Telepon Seluler.
(rou/ash)