Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kalla: SMS Berbilang, Nge-Break Pun Berkurang

Kalla: SMS Berbilang, Nge-Break Pun Berkurang


- detikInet

Jakarta - Eksistensi Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) masih diperlukan di dunia telekomunikasi. ORARI diharapkan jangan hanya digunakan saat dalam kondisi terdesak.Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam acara pembukaan Munas Orari di sekretariat Wapres, Jl Kebon Sirih Jakarta, Jumat (13/7/2007)."Walaupun jamannya break-break sudah berkurang dan berakhir dengan SMS, namun teknologi ini masih bermanfaat," ujarnya disambut tawa anggota Munas.JK menuturkan, saat bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, hanya ORARI yang berperan dalam komunikasi disaat komunikasi lainnya putus diterpa bencana tersebut."Komunikasi dari anggota Orari yang masih bertahan saat itu, ini menandakan bahwa eksistensi Orari masih diperlukan," tukasnya.Pria yang juga merupakan anggota Orari sejak tahun 80-an ini melanjutkan, akibat perkembangan teknologi komunikasi seperti adanya telepon seluler, ORARI kadang hanya digunakan dalam keadan darurat."Diingatnya pada saat susah, pada saat tidak susah orang lupa pada ORARI. Kalau dulu, ini sistem komunikasi utama sekarang komunikasi alternatif," imbuh JK.Di acara tersebut, JK juga didaulat menjadi anggota kehormatan ORARI. Ia berharap ORARI dapat tetap berjalan untuk menjaga persahabatan.Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso selaku Ketua Umum ORARI mengatakan, HUT Orari ke-39 ini merupakan waktu yang tepat dalam melaksanakan Rakernas dan festival radio amatir di Indonesia."Rakernas ORARI 13 Juli ini akan dihadiri 200 orang dari dinas pengawas dan penasehat serta unsur ORARI di seluruh Indonesa." ujar Bang Yos.ORARI didirikan padak tanggal 9 Juli 1968 berdasarkan PP 21/67 dengan jumlah anggota saat ini mencapai 82.345 orang yang berasal dari 31 propinsi dan 385 kabupaten kota. (ash/wsh)





Hide Ads
LIVE