Dinilai Mangkir, Operator Esia Kena Peringatan
- detikInet
Jakarta -
PT Bakrie Telecom Tbk selaku operator telepon tetap nirkabel dengan merek dagang Esia, kena peringatan dari regulator karena dinilai mangkir dari komitmennya dalam lisensi modern soal penyediaan layanan telepon umum.Peringatan tersebut dilayangkan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada minggu ini setelah ditandatangani ditandatangani Ketua BRTI Basuki Yusuf Iskandar."Peringatan pertama untuk Bakrie Telecom menyusul peringatan sebelumnya yang telah kami layangkan pada PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk beberapa waktu yang lalu," kata anggota BRTI Heru Sutadi kepada wartawan di kantor BRTI, Menara Ravindo, Selasa (10/7/2007).Selain melanggar komitmen lisensi modern, Heru mengatakan, Bakrie Telecom juga melanggar Kepmenhub No. 20/2001 tentang penyelenggaraan jaringan komunikasi.Dalam lisensi modern disebutkan, operator pemegang lisensi telepon tetap diwajibkan untuk memenuhi komitmen pembangunan fasilitas telepon umum sebesar 3% dari total kapasitas jaringan yang terpasang, dan 1% diantaranya merupakan telepon umum koin."Bakrie belum membangun telepon umum minimal tiga persen dari total kapasitas terpasang. Sampai sekarang pun jumlahnya belum jelas," tegas Heru.Ketika dikonfirmasi, Direktur Layanan Korporat Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi membenarkan pihaknya telah menerima surat peringatan tersebut. Meski menerima putusan peringatan itu, Rakhmat masih ingin mendiskusikan masalah tersebut dengan BRTI."Terus terang, kami merasa kesulitan untuk memenuhi ketentuan pembangunan telepon umum dari tiga persen jaringan kami. Itu terlalu berat," ujarnya."Kami ingin mendiskusikan bagaimana layanan tersebut nantinya bisa lebih komprehensif dinikmati masyarakat," lanjut Rakhmat.BabintelBersamaan dengan peringatan yang ditujukan pada Bakrie Telecom, BRTI juga melayangkan surat peringatan pertamanya pada Batam-Bintan Telecommunication (Babintel).Menurut Heru, operator yang terafiliasi dengan PT Telkom Tbk itu sudah sama sekali mengentikan pembangunan fisik telepon umum.Bahkan, lanjut dia, Babintel juga sudah mencabut seluruh bangunan fisik telepon umum di wilayah Batamical Industrial Park sejak beberapa waktu lalu."Alasan dari penghentian pembangunan dan pencabutan fasilitas telepon umum tersebut karena Babintel terus merugi," Heru menandaskan.
(rou/ash)