Ditargetkan, 2 Juta Pelanggan Speedy di 2010
- detikInet
Singapura -
PT Telkom Tbk menargetkan dua juta pelanggan menggunakan layanan akses internet berkecepatan tinggi melalui produk Speedy pada 2010.Direktur Enterprises dan Wholesale PT Telkom Indonesia, Arief Yahya, mengatakan hingga kuartal pertama 2007 pelanggan Speedy baru mencapai 170.000."Akhir 2007, pelanggan Speedy diharapkan mencapai 400 ribu," ujarnya, di sela kunjungan ke booth TelkomGroup pada ajang CommunicAsia 2007 yang berlangsung di Singapura Expo, 19-22 Juni 2007. Wartawan detikINET, Achmad Rouzni Noor II, melaporkan langsung dari ajang tersebut.Tak berhenti pada angka 400 ribu saja, pada tahun 2008 Telkom menargetkan pelanggan Speedy naik 250% menjadi sekitar satu juta. Dan kemudian, naik lagi dua kali lipat menjadi dua juta pada tahun 2010.Arief optimis sasaran itu akan tercapai. Ia mendeskripsikan bahwa pengguna layanan internet berkecepatan tinggi memiliki pasar tersendiri."Sebelumnya ada kekhawatiran bahwa dengan hadirnya Speedy, pengguna Telkomsel Instant akan beralih ke layanan ini," kata dia. "Namun kehadiran Speedy tidak dengan sendirinya menggusur popularitas layanan Telkomsel Instant," imbuhnya.Lebih lanjut ia menguraikan, pertumbuhan pengguna layanan internet dial-up ritel ini mencapai sekitar 28%.Masih MahalKetika diminta pendapat mengenai tarif internet yang dinilai masih mahal, Arief menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan tarif masih melangit bagi masyarakat umum.Ia memaparkan, beberapa faktor tersebut antara lain ialah keterbatasan sentral gerbang internet, masih tingginya akses ke portal internasional, serta masih terbatasnya konten dan aplikasi yang dikembangkan di dalam negeri.Untuk mengatasi masalah gateway, Telkom bergabung dengan Asia Alliance Gateway (AAG). Melalui AAG, Telkom mendapatkan alokasi bandwith internet hingga 40 GB. Gateway yang besar memberi kontribusi besar pada penurunan tarif."Dengan bandwith yang semakin besar, tarif akan cenderung turun. Untuk itu, Telkom menjalin kerjasama dengan Asia Alliance Gateway," Arief menandaskan.
(rou/dwn)