Indosat Pinjam US$ 50 Juta untuk Genjot Seluler
- detikInet
Jakarta -
PT Indosat Tbk mendapatkan pinjaman dana US$ 50 juta atau Rp 434,3 miliar. Suntikan dana itu akan digunakan untuk mendukung belanja modal perseroan supaya penggelaran layanan seluler rampung sesuai perencanaan.Pinjaman tersebut diperoleh dari perjanjian pendanaan bilateral antara Goldman Sachs International dan perseroan yang akan dilunasi dalam jangka waktu enam tahun."Berdasarkan perjanjian, perseroan akan melakukan pembayaran pada akhir jangka waktu pinjaman, baik dalam denominasi Rupiah ataupun Dollar AS," demikian keterangan tertulis manajamen Indosat yang diterima detikINET, Senin (4/6/2007).Indosat pada 2007 ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9 triliun. Dari total capex tersebut, 80% di antaranya dialokasikan untuk ekspansi bisnis seluler, seperti membangun tambahan sekitar 4.000 pemancar telekomunikasi (BTS) baru.Pembangunan BTS demi meningkatkan cakupan jaringan itu diharapkan turut membantu perseroan agar target tambahan enam juta pelanggan di akhir 2007 tercapai. Pelanggan seluler Indosat yang menggunakan layanan Mentari, Matrix dan IM3, berjumlah 16,7 juta pelanggan pada akhir 2006 lalu.Sampai akhir kuartal pertama 2007, pelanggan Indosat telah mencapai 18,02 juta pelanggan. Sementara jumlah BTS Indosat, di periode yang sama, mencapai 7.666 unit dengan rasio penyebaran 64% di Pulau Jawa dan 36% sisanya di luar Jawa.Selain untuk menggenjot seluler, capex juga dialokasikan untuk pengembangan layanan telepon tetap seperti SLI 001, SLI 008 dan FlatCall 01016, dan telepon tetap nirkabel StarOne dan I-Phone, serta jasa data tetap (MIDI) bersama anak perusahaannya, Indosat Mega Media (IM2) dan Lintasarta.
(rou/nks)