Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Konsorsium Siap Bangun Palapa Ring Tanpa Tender

Konsorsium Siap Bangun Palapa Ring Tanpa Tender


- detikInet

Jakarta - Sebuah konsorsium yang terdiri dari 7 perusahaan siap membangun jaringan serat optik Palapa Ring tahap I di Kawasan Indonesia Bagian Timur. Harapannya ini bisa dilakukan tanpa tender. Tujuh perusahaan tersebut adalah, PT Bakrie Telecom, PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Indosat, PT Infokom Elektrindo (penyedia jaringan Mobile-8), PT Macca System Infocom, PT Powertek Utama Internusa, dan PT Telkom. Ketujuh perusahaan itu menandatangani nota kesepahaman dalam dua bahasa di hadapan Menkominfo Muhammad Nuh dan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di Gedung Postel, Jakarta, Jumat (25/5/2007). Konsorsium itu berharap bisa membangun Palapa Ring Tahap I tanda melalui proses tender. "Di konsorsium ini, sudah semua operator bergabung. Operator ini juga kan yang nantinya akan menggunakan jaringan. Sehingga pada prinsipnya konsorsium tinggal membayar dan tidak perlu ditenderkan," ujar Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah seusai penandatanganan. Renaldi menambahkan, jika tender pada umumnya untuk sebuah proyek, pihak yang mendanai berasal dari pemerintah. "Sedangkan dana ini dari kami sendiri dan sudah siap membangun," ujarnya. Selain konsorsium terdapat tiga perusahaan lain yang juga meminati pembangunan Palapa Ring di Kawasan Timur Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut ialah Nawras Development LLC (Oman), MCM-Tech Berhad Malaysia, dan PT Aqela Communications. Di sisi lain Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar mengaku belum bisa menentukan apakah proyek itu perlu ditenderkan atau tidak. "Kita lihat perkembangannya dahulu. Saya pribadi melihat untuk Kawasan Timur itu tidak perlu ditenderkan. Kalau ditenderkan akan dipilih satu pemenang dan bisa jadi monopoli," ujar Basuki. Basuki mengatakan pihak lain jika berminat juga bisa diberi lisensi untuk membangun. "Ini belum ditentukan siapa yang akan membangun. Segera akan diputuskan setelah mereka (konsorsium-red) mengirimkan proposal resmi," ujarnya. Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan pembangunan serat optik di kawasan timur itu bisa selesai dalam 2-3 tahun, dengan siklus hidup pemakaian sekitar 20 tahun. "Kalau hitungan bisnisnya, dalam 5-7 tahun sudah bisa balik modal," tukasnya. Total investasi yang diperlukan adalah sekitar Rp 3 triliun untuk 10.000 kilometer serat optik bawah laut dengan kapasitas 20 Gbps. Rincian alokasinya adalah, Bakrie 10 persen, XL 10 persen, Indosat 10 persen (12 STM1), Infokom Elektrindo Rp 150 miliar (sekitar 5 persen), Macca 10 persen, Powertek 10 persen, dan sisanya oleh Telkom sekitar 45 persen. (wsh/wsh)





Hide Ads